AKBP Idham Mahdi, Kapolres Magelang Kota. Foto: Widiyas Cahyono
MAGELANG, WAWASANCO – Polres Magelang Kota mengerahkan sebanyak 322 personelnya pada Operasi Ketupat Candi 2019 . Selain itu , pihaknya satuan samping dari unsur TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan instansi terkait lainnya.
“Operasi Ketupat Candi digelar mulai 29 Mei 2019 - 10 Juni 2019. Operasi ini meliputi operasi kemanusiaan mengenai keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas selama lebaran,” kata Kapolres Magelang Kota,AKBP Idham Mahdi, Selasa ( 28/5).
Idham Mahdi mengatakan, pada operasi tersebut dengan fokus pada perpindahan orang dan barang, arus mudik, pengamanan pusat-pusat keramaian yakni pertokoan, pasar-pasar. Selain itu, juga pengamanan tempat-tempat yang dijadikan lokasi shalat Idul Fitri baik masjid maupun lapangan terbuka.
Menurutnya, untuk pengaman lebaran tahun ini, Polres Magelang mendirikan lima pos pengamanan yang terdiri atas tiga pos pengamanan, satu pos pelayanan dan satu pos terpadu.
“ Untuk pos pengamanan, ada di simpang tiga Kebonpolo, depan Pasar Rejowinangun dan Shopping dan persimpangan dengan Hotel Trio,” katanya didampingi Kasatlantas, AKP Marwanto.
Marwanto menambahkan, untuk pos pelayanan didirikan di Alun-alun Kota Magelang dan pos pengaman terpadu ada di Terminal Bus Tidar Soekarno-Hatta. Menurutnya, selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini, para pemudik yang melewati wilayah Kota Magelang diminta untuk berhati-hati adanya dua titik rawan kemacetan arus lalu-lintas.
Dua titik rawan kemacetan tersebut ada di wilayah Magelang Utara yakni di Jalan A Yani tepatnya di wilayah Sambung yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.
“Di titik tersebut sering terjadi kemacetan arus lalu lintas yang dikarenakan adanya penyempitan badan jalan dari empat lajur dari arah Kota Magelang menjadi dua lajur ke arah Secang,” katanya.
Selain itu, titik rawan kemacetan juga dapat terjadi di simpang empat Canguk yang dari arah Salatiga. Kemacetan tersebut dikarenakan anatomi jalan tidak simetris, kondisi jalan menanjak, adanya penyempitan jalan, dan juga terdapat pangkalan angkot. “Untuk itu kami minta para pemudik yang melintas harus hati-hati dan sabar. Kami minta waspada ketika melintasi jalan tersebut,” ungkapnya.
Sedangkan jalan yang dinilai rawan terjadinya kecelakan lalu-lintas, yakni sepanjang Jalan A Yani dan Jalan Jenderal Sudirman. Menurutnya, dua jalur di jalan tersebut memiliki karakter dengan jalan yang lebar dan berpotensi rawan kejadian laka lantas. Untuk Jalan A Yani, mempunyai anatomi jalan lebar, terdapat empat lajur dan dua jalur, tidak adanya pembatas jalan/median, banyak kendaraan berat yang melintas, serta terdapat jalan gang untuk keluar masuk kampung.
“Sedangkan untuk Jalan Jenderal Sudirman memiliki anatomi jalan lebar, jalan licin jika musim hujan, terdapat dua jalur empat lajur yaitu mulai dari simpang tiga Pasar Gotong Royong hingga depan Hotel Trio,“ ujarnya. Ias
Penulis : widias
Editor :