Terminal Tingkir Jadi Lokasi Shalat Idul Fitri


Untuk pertama kalinya sejak diambil alih oleh Kementrian Perhubungan RI, Terminal Tipe A Tingkir akan menggunakannya area kawasan terminal untuk sholat Idul Fitri pada tanggal 5 Junk 2019 mendatang. Foto : Ernawaty 2 Attachments

SALATIGA, WAWASANCO- Sebagai upaya kawasan Terminal Tipe A Tingkir tetap ramai, pengelola mengizinkan warga Salatiga menggunakannya untuk sholat Idul Fitri. Koordinator Terminal (Koter) Tipe A Tingkir Suharno kepada wartawan mengatakan, sejauh ini pihaknya memang telah berkomunikasi dengan Takmir Masjid dan warga sekitar terminal terbesar di Salatiga itu. 

"Sejak diambil alih Kementrian Perhubungan RI, Terminal Tipe A Tingkir Salatiga terus berbenah. Dan kami ingin agar terminal ini selalu ramai pengunjung," Koordinator Terminal (Koter) Tipe A Tingkir Suharno, Selasa (4/6).

Ia menuturkan, lokasi yang akan dijadikan tempat sholat Ied mendatang tak jauh dari parkiran bus utama.

Dengan daya tampung 500 jemaah, Suharno menyebut, pelaksanaan sholat Ied bekerjasama dengan takmir masjid kawasan Terminal Tipe A Tingkir.  

Sebelumnya, pengelola terminal Tipe A Tingkir Salatiga juga telah mengizinkan sejumlah UKM untuk menggelar dagangan di kawasan non bus untuk kebutuhan buka bersama (bukber) selama Ramadan. Tujuannya sama, agar Terminal Tipe A Tingkir tetap ramai aktivitas masyarakat. 

Suharno juga telah merencanakan/ rekayasa arus bus masuk/datang ke terminal tetap akan dibuat dari arah Barat selama arus mudik dan balik lebaran 2019 ini. 

Ketika keluar bus langsung ke kiri dan masuk Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga. Satu lajur untuk arus bus masuk pintu keluar ada di Utara. 

Rekayasa ini, diakuinya juga telah disampaikan kepada Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi ditengah kunjungan kerja (kunker) sekaligus rapat koordinasi  di Terminal Tipe A Tingkir, kota Salatiga, beberapa waktu lalu.  

Rapat koordinasi sendiri dihadiri Kasat Lantas dan Kepala Dishub serta Kepala Terminal dari dua wilayah, Kota Salatiga dan Kabupaten Boyolali. 

Mengenai sirkulasi terminal, ia menyebut, akan terus berkoordinasi dengan Dishub Salatiga serta Polres Salatiga. 

*Membludak
Disinggung soal antisipasi membludaknya penumpang, Terminal Tipe A Tingkir yang telah diambil alih oleh Kementrian Perhubungan RI itu diakuinya telah berkoordinasi dengan PO yang ada dan akan segera dibuatkan esidentilnya. 

"Setidaknya saat ini kebutuhan bis cadangan masih akan dipantau dari peningkatan penumpang di Terminal TIpe A Tingkir. Kondisi kita sudah siap dengan terus berkoordinasi berapa kebutuhan sehingga jangan sampai penumpang terlantar atau tidak terangkut," imbuhnya. 

Dengan adanya pembenahan di terminal, lanjutnya, daya tampung bus baik bus AKAP dan AKDP sebanyak 16 unit. 

Sedangkan jalur-jalur yang ada juga akan dimanfaatkan sebagai kantong atau berhenti sementara bus. 
"Untuk penumpang akan dimasukan ke emplasemen (tempat pemberhentian transportasi atau kmpulan dari jalur dan peron) sementara yang ada di terminal disaat belum adanya ruang tunggu yang memadahi," tandasnya. 

Sementara, hasil rapat koordinasi bersama Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi agar sejumlah pihak terkait dalam hal ini jajaran Satlantas dan Dishub Kabupaten/Kota yang dilalui pemudik untuk mengantisipasi memberlakukan buka tutup arus lalu lintas pada puncak arus mudik hingga tanggal 2 Juni 2019, malam. 

Mengingat puncak arus mudik lebaran 2019 sesuai survey dilakukan pihak Direktur Jenderal Perhubungan RI akan berlangsung hingga tanggal 2 Juni 2019 malam. 

"Sehingga sejumlah pihak terkait dalam hal ini jajaran Satlantas dan Dishub Kabupaten/Kota yang dilalui pemudik untuk mengantisipasi memberlakukan buka tutup arus lalu lintas pada tanggal itu," terang Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi, beberapa waktu lalu.

Penulis : ern
Editor   : jks