Tumbuhkan Keterampilan Berbasis Lingkungan pada ABK


PELATIHAN – Tim PKM-M UPGRIS saat memberikan pelatihan melalui program ‘Pemberdayaan Anak SLB Melati Temanggung melalui Miniatur Flora Fauna Berbahan Limbah Kayu’, kemarin. Foto dok

TEMANGGUNG, WAWASAN.CO - Anak berkebutuhan khusus seperti tuna grahita, tuna daksa atau tuna rungu, selain pendidikan formal juga perlu dibekali kemampuan tambahan. Termasuk, dalam menumbuhkan dan meningkatkan semangat kewirausahaan.

Hal tersebut yang mendorong tim PKM Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), yang diketuai oleh Kairul Marom dari Pendidikan Biologi, dengan anggota Muhammad Fikri Fauzi (Bimbingan dan Konseling) serta Klarisa Aulia Rahma (Pendidikan Biologi), dengan Dosen Pendamping Eko Retno Mulyaningrum SPd MPd, membuat program untuk meningkatkan keterampilan dan kepedulian siswa SLB.

Program tersebut diterapkan di SLB Melati Temanggung, Jalan Tembus Pringsurat Kranggan, Temanggung. Diterangkan, lokasi SLB tersebut dekat dengan pabrik kayu lapis. Pabrik kayu lapis ini menghasilkan limbah kayu berupa serbuk, namun belum termanfaatkan dengan baik.

“Selama ini, ketrampilan yang diajarkan seperti membuat kerajianan tangan, dalam pelaksanaannya ada beberapa kendala. Seperti, kekurangan guru pengajar sehingga kurang maksimal dan kerajinan yang dibuat pun sebatas indah saja. Belum mengarah pada kerajinan bermuatan lingkungan,” papar Kairul Marom, Jumat (21/6).

Hal tersebut mendorong tim tersebut, berupaya meningkatkan keterampilan dan kepedulian siswa SLB Melati Temanggung terhadap lingkungan, melalui program ‘Pemberdayaan Anak SLB Melati Temanggung melalui Miniatur Flora Fauna Berbahan Limbah Kayu’.

Program Pengabdian Masyarakat ini dilakukan, dengan beberapa kegiatan yaitu sosialisasi terkait flora fauna, terutama yang dilindung di Indonesia. Selian itu juga, dilakukan pelatihan dan pendampingan pembuatan miniatur flora fauna, hingga pemasaran produk miniatur yang dihasilkan siswa SLB tersebut.

Diterangkan, limbah kayu, diolah menjadi berbagai bentuk hewan dan lapisan miniatur. Langkah pertama adalah membuat adonan, dengan cara mencampur serbuk dan lem kayu, kemudian adonan dicetak. Setelah itu dikeringkan, baru kemudian dicat sesuai dengan warna tubuh mereka.

Kemudian untuk bagian lapisan miniatur, limbah kayu tadi dicampur dengan cat warna-warni dan tiner ,lalu disusun sesuai keinginan. Kemudian ditambah dengan beberapa pernak-pernik seperti pasir, rumput atau pohon dan semak, serta tidak lupa hewan yang telah dibuat sebelumnya. Setelah siswa dilatih dan didampingi dalam pembuatan miniature flora fauna, siswa juga dilatih dan didampingi dalam pemasaran produk yang telah dibuat dalam ekspo pasar murah.

Kepala SLB Melati Temanggung Brama Wijaya SPd mengapresiasi pelatihan yang dilakukan. Menurutnya, kegiatan tersebut selain melatih para siswa dalam motorik halus, kegiatan ini juga melatih soft skill mereka. 

“Karena setelah mereka membuat produk miniatur mereka juga memasarkan produknya, disinilah mereka berlatih berbicara di depan umum. Pengalaman ini akan menjadi bekal siswa. Untuk itu kami sampaikan terimakasih,” tandasnya. 

Penulis : arr
Editor   : edt