Megawati dan Konsolidasi Ideologi

  • Catatan Jelang Kongres V PDIP

PDI Perjuangan (PDIP) akan menggelar Kongres ke V di Bali 8-10 Agustus 2019. Sejumlah agenda penting akan dibahas di forum tersebut. Termasuk tentang tampuk kepemimpinan  partai berlambang banteng moncong putih tersebut lima tahun ke depan.

Jika menilik aspirasi dari jajaran pengurus di seluruh tingkatan, hampir dipastikan Megawati Soekarnoputri akan kembali diberi mandat untuk menjadi Ketua Umum. Diluar itu ada sejumlah agenda  yang membutuhkan sentuhan Mega untuk menyelesaikannya.

Yang pertama tentu masalah konsolidasi ideologi. Pasalnya saat ini Pancasila sebagai ideologi negara mulai mendapatkan tantangan dari ideologi tandingan lainnya.  Konsolidasi menjadi penting agar ideology Pancasila tetap mantap dan tak tergoyahkan menjadi ideology negara.

Agenda kedua adalah regenerasi kepemimpinan. Saat ini harus diakui bahwa Megawati merupakan sosok yang bisa membuat PDIP menjadi partai besar.  Di tangan putri bungsu proklamator Indonesia Bung Karno ini, PDIP mampu memenangkan dua Pemilu terakhir. Bahkan kader PDIP yaitu Joko Widodo juga mampu menduduki kursi presiden.

Konsistensi Megawati dengan membawa PDIP menjadi partai opisisi selama dua periode Pemilu masing-masing Pemilu 2004 dan 2009 membawa angin positif. PDIP akhirnya mampu mendapatkan simpati masyarakat dengan memenangkan Pemilu 2014 dan Pemilu 2019.

Semua yakin Mega juga sudah mempersiapkan regenerasi kepemimpinan. Saat ini dua anak Megawati masing-masing Puan Maharani dan Prananda Prabowo telah dikader untuk melanjutkan roda kepemimpinan di partai tersebut. Sekjen PDIP Hasto Kristianto mengatakan Megawati akan memberikan pertimbangannya mengenai persoalan tersebut di Kongres. Semua kader dan pengurus percaya Megawati akan memberikan solusi terkait regenerasi kepemimpinan tersebut.

Agenda selanjutnya adalah konsolidasi internal partai terkait struktur kabinet Jokowi.   Sebagai parpol pengusung Jokowi-Maaruf Amin di Pilpres 2019, wajar jika PDIP memberikan masukan terkait struktur kabinet. Tujuannya tentu agar kabinet lebih efisien, lebih ramping dan juga bisa bergerak cepat bekerja untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.

Agenda keempat adalah perhelatan politik yang sudah ada di depan mata. Yaitu Pilkada serentak tahun 2020. Agenda politik daerah tersebut akan dilaksanakan di 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota. Sebagai parpol pemenang Pemilu tentu PDIP juga menginginkan agar kader-kader yang diusung bisa memenangkan kontestasi Pilkada.

Tidak hanya sebatas untuk meraih kekuasaan. Namun juga bagaimana agar konsolidasi ideologi Pancasila terus dilakukan secara kontinyu. Pasalnya kader PDIP sebagai petugas partai yang menjadi kepala daerah tentu akan memperjuangkan ideology Pancasila tetap menjadi satu-satunya ideology bangsa dan negara ini.

Bersama kepemimpinan Megawati PDIP lebih tenang dan mesin partai berjalan serempak.  Ini menjadi modal bagi partai tersebut untuk melakukan konsolidasi dan mengambil langkah politik untuk perkembangan partai ke depan. Tentunya untuk menyiapkan kader kader sebagai pemimpin termasuk di Pemilu 2024.   Namun tidak hanya untuk berkuasa, tapi  bagaimana melakukan konsolidasi ideologi guna mempertahankan  dasar negara Pancasila.

 

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt