Jangan Ada Lagi Listrik Padam di Antara Kita


Listrik padam di sejumlah daerah yang terjadi Minggu (4/8) memunculkan banyak pertanyaan.  Bukan soal dampak yang terjadi, namun bagaimana hal tersebut bisa terjadi. Pasalnya listrik merupakan kebutuhan vital bagi segenap komponen masyarakat. Terutama masyarakat modern.

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai badan usaha kelistrikan di negeri ini harus memberikan penjelasan yang gamblang mengenai apa sebenarnya yang terjadi. Di 74 tahun usia kemerdekaan Indonesia ini  tanpa diduga kita mengalami persoalan listrik yang tiba-tiba padam. Tanpa ada pemberitahuan juga tanpa ada penanganan yang cepat.

Kita tentu bertanya apakah PT PLN sebagai BUMN yang menangani masalah kelistrikan tidak pernah melakukan antisipasi. Selain itu apakah mereka yang ada disana tidak memiliki standar baku untuk penanganan, sehingga persoalan listrik padam massal itu bisa segera ditangani.

Wajar juga apabila Presiden Jokowi yang datang langsung ke kantor PLN pada Senin (5/8) marah. Presiden benar, bahwa semua tak perlu alasan panjang lebar soal penyebab padamnya listrik massal di akhir pekan itu. PLN tentu diisi oleh orang yang ahli serta memiliki kapasitas dan kapabilitas di masalah listrik. Presiden minta masalah tersebut segera ditangani secepatnya dan jangan sampai terulang lagi.

Memang yang masih menjadi pertanyaan ada apa di PLN. Sehingga wajar jika ada lontaran agar dilakukan audit menyeluruh di tubuh PLN.  Dengan demikian akan diketahui secara pasti apa penyebab matinya listrik di sejumlah wilayah saat itu.  Karena kita perlu tahu itu.

Yang memang membuat kita semua was-was adalah ternyata PLN belum memiliki standar  operasional yang tanggap dan cepat untuk mengatasi masalah listrik. Terbukti ketika listrik tiba-tiba padam saat itu tidak ada pernyataan dari pihak PLN mengenai penyebab pasti dan kepastian penanganan hingga kondisi normal kembali. Ini yang patut disayangkan.

Padamya listrik di hari Minggu itu memang membawa dampak yang meluas. Masyarakat bingung, termasuk perekonomian lumpuh. Termasuk sarana transportasi di ibukota yang menggunakan listrik sebagai penggeraknya.   Padamnya listrik yang memakan waktu sekitar enam jam itu membawa kerugian dari banyak pihak.

Berulangkali ditulis di media bahwa PLN masih menggunakan cara yang rawan kerusakan dalam pengelolaan sistem kelistrikan nasional.  Salah satu yang saat ini digunakan adalah menggunakan bahan bakar batubara sebagai sumber utama.  Padahal bahan bakar fosil ini jumlahnya terus berkurang. Sedangkan penggunaan sumber energi lain, seperti energy angin dan air belum dioptimalkan.

Jaringan  transmisi listrik kita juga rawan gangguan.  Tiang listrik dengan kabel yang terbentang di tepi jalan rawan terkena angin, sambaran petir bahkan gesekan benang laying-layang.  Perlu ada pembaruan sistem agar  semua lebih rapi dan aman.  Dengan jaringan transmisi listrik yang ada saat ini, jika hujan dan petir datang ada kecenderungan listrik padam.

Padahal di dunia modern seperti saat ini semua harus prima. Keberadaan listrik  juga menjadi denyut nadi berbagai fasilitas hidup. Mulai sarana transportasi, kebutuhan sehari hari dan juga perekonomian. Mayoritas masyarakat juga menggunakan keberadaan listrik untuk menjalankan bisnis.

Jadi kita berharap jangan ada lagi listrik padam diantara kita. Di negeri ini. Audit menyeluruh ke PLN wajib dilakukan. Masyarakat juga berhak tahu bagaimana sebenarnya sistem pengelolaan listrik di Indonesia. Tragedi padamnya listrik di sejumlah wilayah jangan sampai terulang. Perlu ada pembenahan, perlu ada perbaikan di sistem manajemen kelistrikan kita.

 

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt