PURWODADI- Pencarian siang malam yang dilakukan tim gabungan Sar, BPBD dan Obaloka untuk mencari remaja yang tenggelam di sungai Lusi membuahkan hasil. Setelah dilakukan pencarian dan penyelaman selama 18 jam, ditemukan, Jumat (6/10) sekitar pukul 09.00 WIB.
Bagus Danang Setiawan, pelajar kelas 1 Madrasah Tsanawiyah 1 Kuripan, Purwodadi, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Renama yang tenggelam lantaran terpeleset ke dalam sungai, langsung terseret tidak bisa ditemukan.
Putra pasangan Amin dan Rusmini tersebut tenggelam di Sungai Lusi Kamis sore saat mandi bersama dua temannya. “Sebelumnya mereka mandi bertiga di sungai lusi. Karena tidak bisa berenang, korban akhirnya tenggelam,” ujar Riko, tetangga korban.
Saat sedang mandi, korban diduga terpeleset, sehingga tenggelam. Tim SAR BPBD Grobogan, Ubaloka dan dibantu PMI datang langsung melakukan upaya pencarian. Namun, pecarian baru membuahkan hasil setelah 18 jam pencarian. “Semalam kita tetap melakukan pencarian. Kita menyisir lokasi tenggelamnya korban hingga radius 500 meter,” ungkap Budi Prihantoro, Kabid Bencana Dan Kedaruratan BPBD Grobogan.
Jenazah Bagus ditemukan sekitar sepuluh meter dari lokasi awal tenggelamnya korban. Di sela-sela upaya pencarian korban, tiba-tiba kepala bagus muncul di permukaan. Tim SAR yang sedang melakukan pencarian pun menghampiri benda hitam tersebut untuk memastikan jika yang dilihatnya itu benar-benar kepala Bagus.
"Sempat kita duga itu plastik. Namun setelah kami cek, dipastikan itu kepala manusia. Tim SAR kemudian melakukan evakuasi dan membawanya ke rumah duka di Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi,” tambah Budi.
Isak tangis langsung pecah saat melihat Bagus ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Bahkan, beberapa anggota keluarga harus dipobong karena pingsan. setelah dilakukan visum luar, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Setelah dilakukan visum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Jenasah korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan sebagaimana mestinya,” kata AKP Sugiyanto, Kapolsek Purwodadi.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, sebelum peristiwa tenggelamnya korban, korban bercerita kepada teman-temannya bahwa ia bermimpi diajak pergi ibunya yang telah beberapa waktu yang lalu meninggal dunia. “Dia cerita ke teman-temannya kalau diajak pergi almarhumah ibunya,” tutur Tri Ningsih, tetangga korban.
Penulis : fww
Editor :