Dua Guru Asal Jateng Jadi Duta Rumah Belajar Nasional


Dua guru SMP asal Jawa Tengah yakni Asih Prihatin dan Kelik Yan Pradana setelah dinobatkan sebagai Duta Rumah Belajar Kemendikbud RI di Jakarta. Foto : dok

WONOSOBO, WAWASANCO- Dua guru SMP asal Jawa Tengah, yakni Asih Prihatin (SMP Negeri 1 Selomerto Wonosobo) dan Kelik Yan Pradana (SMP Kristen Krista Citra Parakan Temanggung), jadi duta Rumah Belajar Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud RI). 

Keduanya berhasil menjadi Duta Belajar Nasional setelah mendapat Anugerah Kihajar 2019 Duta Rumah Belajar Kemendikbud RI mewakili Propinsi Jawa Tengah pada bulan November 2019 ini. Ajang bergengsi tersebut menghasilkan 40 Duta Rumah Belajar se-Indonesia.   

Dua guru berprestasi tersebut punya tugas mensosialisasikan aplikasi Rumah Belajar ke sekolah dan masyarakat. Sehingga aplikasi di dunia pendidikan tersebut dikenal luas dan bisa dimanfaatkan sebagai media belajar secara online.

Asih Prihatin, Minggu (24/11), mengatakan aplikasi Rumah Belajar merupakan portal pembelajaran yang menyediakan bahan belajar bagi semua pelajar. Aplikasi ini bisa diakses siapa pun tanpa harus berlangganan dan banyak fitur menarik.

"Rumah Belajar hadir sebagai bentuk inovasi pembelajaran di era industri 4.0 yang dapat dimanfaatkan siswa dan guru PAUD, SD/MI, SMA/MA/SMK sederajat. Belajar melalui aplikasi ini sangat mudah dan menyenangkan," kata pemilik blog "sharing belajar bersama" ini.

Dalam aplikasi Rumah Belajar ada banyak fitur, antara lain ; sumber belajar, kelas digital, bank soal, laboratorium maya, buku sekolah elektronik, modul digital, peta budaya, wahana sekolah angkasa dan pengembangan keprofesian berkelanjutan.

Aplikasi Gratis

"Ada pula fitur pendukung berupa karya komunitas, karya guru dan karya bahasa dan sastra. Untuk mengakses video pembelajaran yang saya buat bisa buka di youtube, facebook dan twitter dengan nama asih prihatin atau di twitter asihalkahfi," tuturnya. 

Aplikasi Rumah Belajar, sebagai media pembalajaran untuk semua, menurut Asih, bisa dilakukan kapan pun, oleh siapa pun dan di mana pun, tak mengenal zonasi dan tak berbayar alias gratis. Semua orang bisa mengakses aplikasi ini.

"Ada 4 level yang harus diikuti peserta dalam program Rumah Belajar ini. Level I pelatihan secara online melalui aplikasi yang ada. Tahap ini diikuti kurang lebih 28.000 peserta se-Indonesia. Materi dan praktek dilakukan secara online," sebutnya.

Setelah mengikuti pelatihan, dilanjutkan level II, dengan implementasi dan pembuatan video pembelajaran memanfaatkan tehnologi informasi. Pada tahap ini, peserta yang lolos sekitar 13.000 orang dari semua yang mengikuti pelatihan awal.

"Pada level III, tiap propinsi diawakili 30 peserta untuk mempresentasikan secara tatap muka video pembelajaran yang dibuat. Aplikasi pembelajaran secara online diperlihatkan dan dijelaskan isi serta proses pembuatannya di hadapan tim yuri," paparnya.

Level IV atau tahap terakhir, menurut Asih, terpilih 2 perwakilan dari Propinsi Jawa Tengah. Seleksi meliputi tes tertulis, wawancara dan penilaian sikap. Kini ada 1000 sekitar video pembelajaran yang siap diupload di Rumah Belajar.

Penulis :
Editor   : jks