Sejumlah tukang tengah melaksanakan pemasangan instalasi listrik di lantai dasar Pasar Kaliangkrik. (Tri Budi Hartoyo)
MUNGKID, WAWASANCO-Waktu pengerjaan pembangunan tahap II Pasar Kaliangkrik tinggal kurang dari 1,5 bulan. Namun, pengerjaan terkesan lamban karena masih cukup banyak item pekerjaan yang belum dapat diselesaikan.
Kabid Cipta Karya DPUPR Kabupaten Magelang, Parjan, menyebut beberapa item pekerjaan yang sedang ditangani. Antara lain, menyangkut IPAL, hydrant dan listrik. "Sesuai hasil rapat monitor dan evaluasi pekan lalu, proggres pekerjaan hingga sejauh ini baru mencapai sekitar 70 persen," katanya, Senin (25/11) kemarin.
Menurut Budiono, pengawas lapangan dari PT Armada Hada Graha (AHG), item pekerjaaan yang dinilai rawan ditangani saat musim hujan sudah diselesaikan akhir Oktober lalu. Antara lain, pemasangan udith drainase area depan. "Saat ini, kami sedang fokus menangani masalah jariangan IPAL, hydrant dan instalasi listrik di lantai paling bawah, atau basement," kata dia.
Pemasangan paving block halaman depan, baru terselesaika di sebagian area depan. Di bagian belakang belum dikerjakan karena masih untuk pemasangan jaringan hidrant dan IPAL. Untuk pemasangan foldinggate kios, menurut dia, baru dimulai setelah mendapat persetujuan warna cat dari DPUPR, merah bata. Material sudah tersedia di lokasi proyek sejak beberapa hari lalu.
Kabid Cipta Karya DPUPR, Parjan, mengatakan, pekerjaan tahap II meliputi bidang arsitektur, plumbung dan finishing, dengan biaya sekitar Rp 17,8 miliar dari APBD 2019. Pekerjaan ditarget rampung akhir Desember mendatang. Pembangunan tahap kedua ini, kata dia, lebih bersifat penyempurnaan karena ketersediaan biaya yang tidak mencukupi untuk diselesaikan pada tahap pertama.
Pembangunan Pasar Kaliangkrik tahap I telah diselesaikan tahun lalu dengan APBD 2018 Rp 66.896.300.000. Di lahan 10.487 meter persegi itu konstruksi pasar tradisional dibuat empat lantai, terdiri dari basement, lantai dasar, lantai satu dan dua.
Pasar Kaliangkrik direnovasi akibat pasar lama terbakar 23 Juni 2015. Untuk sementara sekitar 1.500 pedagang ditempatkan di sebelah Barat Sub Terminal Agribisnis (STA) Kaliangkrik.
Penulis : tbh
Editor : jks