Penderita Tuberkolusis di Magelang Meningkat


Tim gabungan dari Pemkot Magelang yang dipimpin Sekda Kota Magelang, Joko Budiyono saat meninjau rumah tinggal pasien tuberculosis Lovend Cahya Christia, di Kampung Karanggading, Kelurahan Rejowinangun Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang. Foto: Widiyas Cahyono

MAGELANG, WAWASANCO-Jumlah penderita penyakit tuberculosis ( TB) di wilayah Kota Magelang mengalami peningkatan hampir dua kali lipat di tahun 2019 ini dibandingkan dengan tahun 2018 kemarin.

“Pada tahun lalu jumlah pasien baru TB paru sebanyak 94 orang dan TB ekstra paru  sebanyak dua orang. Sedangkan  di tahun 2019 ini , hingga September kemarin jumlah pasien baru TB paru mencapai 128 orang, TB ekstra paru 17 orang dan TB anak 29 orang,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatab Kota Magelang, Lilik Sunarto, di sela –sela mendatangi rumah seorang pasien tuberkulosis, Lovend Cahya Christia, di Kampung Karanggading, Kelurahan Rejowinangun Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, Senin ( 25/11).

 Lilik mengatakan, salah satu penyebab timbulnya penyakit tuberkolusis tersebut yakni kondisi rumahnya lembab. Selain itum penyakit tuberkolusis tersebut merupakan penyakit yang sangat mudah menular.
Menurutnya, kedatangan tim gabungan  yang terdiri atas Dinas Kesehatan Kota, Bagian Kesra, Bagian Humas, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Satpol PP, Camat Magelang Selatan, dan Kelurahan Rejowinangun Selatan ke rumah  Lovend Cahya Christia (22)  tersebut,

merupakan respon cepat Pemkot Magelang atas laporan masyarakat terkait keberadaan pasien tersebut.
“Saat ini, pasien tersebut  sudah ditangani oleh dokter dari RSUD Tidar. Sekarang , kami mendatangi rumah tinggalnya dan ternyata kondisi rumahnya  tidak sehat, minim sirkulasi udara," katanya.

Ia menambahkan,  tim  dari Pemkot Magelang tersebut akan melakukan renovasi di beberapa titik rumah pasien tersebut. Antara lain,  membuka akses pencahayaan dan membuat ventilasi agar aliran sirkulasi udara bisa berganti.

Lilik menjelaskan,kuman TB bisa mati jika  terkena sinar matahari.  Selain itu, sirkulasi udara yang baik juga bisa mencegah penularan penyakit tersebut.

Menurutnya, keberadaan pasien Lovend tersebut diduga juga tertular oleh saudaranya yang tinggal dalam satu rumah.

“ Diduga pasien Lovend ini tertular penyakit TB dari , budhenya  yang tinggal satu rumah tetapi sudah sembuh. Selain itu, saudara laki-lakinya juga ada yang sakit. Dan saat ini semuanya sudah tertangani untuk pengobatan," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah  Kota Magelang Joko Budiyono, yang ikut serta dalam  peninjauan itu, menginstruksikan tim dari Pemkot Magelang  untuk segera melakukan penanganan, mulai dari renovasi rumah hingga pengobatan pasien dan keluarganya.
"Kami sudah mengadakan rapat untuk penanganan masalah sosial ini. Secara medis, Lovend sudah ditangani oleh dokter di RSUD Tidar sejak beberapa hari lalu,” kata  Joko.
Joko juga meminta  agar rumah pasien TB tersebut harus berubah menjadi  rumah yang sehat, sehingga ketika pasien Lovend kembali ke rumah tinggal dan menjalani rawat jalan bisa lebih sehat. Selain itu, pihaknya juga siap membantu kebutuhan sehari-hari keluarga pasien tersebut, termasuk membebaskan biaya sewa atau kontrak rumah setahun ke depan.
“ Kalau kondisi rumahnya tidak sehat seperti ini, kami khawatir pasien Lovend saat kembali ke rumah tidak bisa sembuh total. Termasuk dapat menular ke anggota keluarga lainnya. Maka, perlu kita siapkan rumahnya menjadi sehat sebelum pasien tersebut pulang,” ujarnya

Penulis : widias
Editor   : jks