Pelatihan Budidaya Kacang Hijau di Desa Karang Paing


PELATIHAN - Pelatihan budidaya kacang hijau di Balai Desa Karang Paing, yang dikut warga, kelompok Tani Rukun Santoso, Kelompok Tani Multi Tani dan perangkat desa tersebut, kemarin. Foto dok

GROBOGAN, WAWASAN.CO - Desa Karang Paing Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, memiliki potensi penghasil kacang hijau yang besar, namun belum tergali dengan optimal.

Hal itu terjadi karena pola tanam yang dilakukan masih konvensional, belum mengadopsi teknik-teknik terbaru yang telah dikembangkan. 

Begitu juga dalam menangani hama tanaman kacang hijau, warga hanya beli obat di toko pertanian yang belum tentu cocok, tanpa melihat jenis penyakit, takaran yang tepat, dan cara penggunaan.

Paparan tersebut disampaikan penyuluh Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, Moh Nasro dalam pelatihan budidaya kacang hijau di Balai Desa Karang Paing, kemarin.

Acara yang diikuti oleh warga, kelompok Tani Rukun Santoso, Kelompok Tani Multi Tani dan perangkat desa tersebut, merupakan bagian dari rangkaian kegiatan diseminasi teknologi mesin pengupas kulit ari kacang hijau system roller terbarukan, yang dilaksanakan oleh Dr Achmad Buchori SPd MPd dan tim, sebagai dosen Universitas PGRI Semarang, yang telah mendapat hibah diseminasi produk teknologi oleh Kemenristekdikti Tahun 2019.

"Para petani juga masih menggunakan pola tanam berdasarkan kebiasaan yang warga lain. Selain itu, mindset warga tentang bercocok tanam kacang hijau, juga masih belum selaras dengan kemajuan teknologi," lanjut Nasro.

Sebagai contoh, warga Karang Paing biasanya mengisi tiap lubang tanam dengan lima bibit bahkan lebih, sementara teknik yang benar seharusnya maksimal 3. 

"Melalui pelatihan ini diharapkan mindset warga tentang cara bercocok tanam yang baik, dapat diselaraskan dengan kemajuan teknologi sehingga produktivitas lahan menjadi meningkat," tambah Dr Achmad Buchori SPd MPd.

Sementara, Ketua Kelompok Tani Rukun Santoso, Suwanta, dan ketua kelompok Tani Multi Tani, Suraji, merasa sangat puas dengan penjelasan pemateri.

Mereka akan mempraktekkan hasil pelatihan sesuai dengan arahan pemateri. "Kami sangat senang dengan diselenggarakannya acara pelatihan ini. Lebih dari itu, kita juga telah mendapat bantuan alat pengupas kulit ari kacang hijau, yang dapat digunakan untuk pengolahan pasca panen," pungkas Suraji. 

 

Penulis : arr
Editor   : edt