SALATIGA, WAWASAN.CO- Ketua KPU Salatiga Syaemuri mengklaim, jika serapan anggaran selama pelaksanaan Pemilu 2019 mencapai 82 persen. Angka ini, diklaim wajar.
Hal ini diungkapkan disela 'Publikasi Pemilu 2019' di Kafe Resto Aulia, Salatiga, Jumat (6/12).
"Hingga awal Desember 2019, serapan anggaran KPU Salatiga itu mencapai 82 persenan. Angka ini wajar, karena kami tidak melihat berapa besar atau kecilnya serapan," ungkap Syaemuri.
Bahkan, untuk penilaian pun pihaknya tidak dapat melakukan karena itu menjadi kewenangan pusat.
Sementara, dalam kegiatan publikasi kemarin KPU Salatiga juga mengumumkan telah meluncurkan tiga buku sekaligus.
"Soal buku, ada tiga 3 jenis yang kita luncurkan. Yang pertama, buku laporan penyelenggaraan pemilu bersifat umum, buku tentang analisis data pemilu tahapan pemilu tertentu, serta buku info gratis tentang menyangkut angka mulai dari hasil hingga proses-prosesnya," tandasnya.
Disinggung soal pelaksanaan secara keseluruhan, KPU Salatiga berjalan lancar.
Pemilu 2019 menjadi pertama penyelenggaraan, dalam memilih lima jenis surat suara langsung ditambah Pemilu Presiden. Sehingga, berbicara tingkat partisipasi mencapai 80 persen.
"Angka itu setelah kita banyak melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Termasuk kerja pers dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Bisa dibilang, terbaik peringkat pertama di Jateng. Ditambah, tidak ada gugatan di MA. Sehingga, itu menjadi indikator pemilu di Salatiga sukses," pungkasnya.
Ditambahkan Komisioner Divisi Sosialisasi KPU Salatiga Abdul Rochim, KPU Salatiga juga menyampaikan terimakasih bahwa outputnya sangat baik.
"Kita menerima penghargaan dalam penyelenggaraan terbaik," imbuh Abdul Rochim.
Ia juga menandaskan, sejauh ini KPU Salatiga melakukan sosialisasi pemilu melibatkan perempuan sebagai partisipan pemilu.
"Pemilu ini, KPU Salatiga mencatatkan perwakilan perempuan dalam pemilu 2019 turun, meski pencalonan mencapai 40 persen melebihi target nasional namun hanya 5 orang saja duduk di DPRD Salatiga," pungkasnya.
Penulis : arr
Editor : edt