Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pendidikan dan Pelatihan Kota Magelang, Aris Wicaksono. Foto: Widiyas Cahyono .
MAGELANG, WAWASANCO- Sebanyak 329 dari 3734 pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) formasi 2019 Kota Magelang dinyatakan tidak memenuhi syarat.
“ Sedangkan 3.356 pelamar dinyatakan memenuhi syarat dan 49 berkas pelamar lainnya belum terverifikasi,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pendidikan dan Pelatihan Kota Magelang, Aris Wicaksono.
Aris mengatakan, pada tahun 2019 ini Pemkot Magelang mendapatkan izin dari Kementerian PAN dan RB untuk membuka lowongan 225 formasi CPNS yang terdiri atas 132 tenaga guru, 78 tenaga kesehatan, dan tenaga teknis lainnya sebanyak 15 orang.
Menurutnya, formasi CPNS yang diperlukan tersebut ada beberapa yang belum ada peminatnya. Seperti formasi dokter spesialis bedah syaraf, dokter spesialis bedah digestif, dokter spesialis jantung, dokter spesialis jiwa, dokter umum untuk puskesmas dan epidemilog.
Ia mengatakan, kosongnya pelamar pada formasi CPNS tersebut bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Menurutnya, di dunia medis, tenaga dokter tinggi pasarannya dengan take home pay, sehingga para pendaftar kurang berminat mendaftar sebagai CPNS.
Aris menambahkan, untuk mengisi kekosongan pelamar tersebut, Pemkot Magelang berupaya mencarikan jalan keluarnya, yakni melalui mekanisme badan layanan umum daerah (BLUD).
”Kita mencari dengan mekanisme BLUD, bukan dari PNS, tapi merekrut dari mekanisme BLUD,” katanya.
Aris mengatakan, mekanismenya tes seleksi penerimaan CPNS tahun ini hampir sama dengan saat pelaksanaan tes penerimaan CPNS tahun 2018 kemarin..
”Untuk pelaksanaan tes seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS 2019 akan diselenggarakan di Gedung Wiworo Wiji Pinilih, Kompleks DPRD Kota Magelang Selatan pada Februari 2020 mendatang. Kemudian untuk seleksi kompetensi bidang (SKB) akan digelar Maret 2020 mendatang,” katanya.
Penulis : widias
Editor : jks