Bawaslu Surakarta Hentikan Pemeriksaan Dugaan Pemalsuan Tandatangan


Anggota Divisi Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Surakarta, Poppy Kusuma (nomor dua dari Kiri) tengah menyampaikan keputusan penghentian pemeriksaan pengaduan tiga warga Solo terkait hal proses Pilkada setempat dalam keterangan Pers GAKKUMDU yang disampaikan di kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum setempat, Selasa (18/8) (Bagus Adji W)

SOLO, WAWASANCO- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Surakarta menghentikan pemeriksaan pengaduan tiga warga Solo terkait hal proses Pilkada setempat. Aduan yang dilayangkan melalui Paguyuban Warga Solo Peduli Pemilu (PWSPP) menyebutkan

Trisno Subagio, Supardi dan KH Moh Halim, demikian ketiganya,  menduga ada praktik pemalsu tandangtangan dukungan kepada pasangan bakal calon perseorangan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) dalam Pilwakot Solo 2020.

 

„Setelah melalui serangkaian proses penanganan, maka terhadap laporan dugaan perbuatan melawan hukum pemalsuan tandatangan surat dukungan dan atau pemalsuan KTP  untuk kepentingan pasangan Bagyo-Parjo yang dilaporkan Johan Safaat Setyo Mahanani selaku Ketua PWSPP tertanggal 10 Agustus  2020 dinyatakan dihentikan karena tidak memenuhi unsur tidak pidana pemilihan“, kata Anggota Divisi Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Surakarta, Poppy Kusuma dalam keterangan Pers GAKKUMDU yang disampaikan di kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum setempat, Selasa (18/8)

 

 

Alasan penghentian penanganan laporan, lanjut Poppy Kusuma, Bawaslu dalam melakukanpemeriksaan pengaduan tidak menemukan  adanya korelasi  antara bentuk perbuatan terlapor (BAJO) dengan oibyek yang dipermaslahkan (Pemalsuan tanda tangan suratv dukungan dan pemalsuan KTP) dugaan pemalsuan tanda tangan surat dukungan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota  Surakarta. Selain itu saksi yang dihadirkan pelapor tidak memenuhi kualitas sebagai saksi fakta. Mereka tidak melihat serta mengetahui secara langsung bentuk pemalsuan  tandatangan pada surat dukungan dan pemalsuan KTP untuk dukungan terhadap Bakal Calon Perseorangan.

 

Sebelumnya Bawaslu telah melakukan sejumlah tindakan terhadap pengaduan yang masuk sebagaimana teregister pada Formulir A1 nomor 001/LP/PW/Kota/1405/VIII/ 2020 tertanggal 11 Agustus 2020. Diantaranya melakukan klarifikasi terhadap pelapor atasnama Johan Safaat Setyo Mahanani selaku ketua PWSPP sebagai pelapor. Melakukan klarifikasi terhadap empat saksi dengan korban yang diajukan pelapor. Namun demikian dua saksi diantaranya keberatan dan membuat surat pernyataan tidak bersedia memberikan kesaksian. Melakukan Klarifikasi terhadap KPU dan jajarannya. Melakukan klarifikasi terpada pasangan BAJO selaku terlapor , terangnya.

 

Sebagaimana pernah diberitakan, diduga terjadi pelanggaran dalam proses Pilkada di Surakarta . Dugaan muncul menyusul  langkah tiga warga Solo mengadu ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Surakarta. Trisno Subagio, Supardi dan KH Moh Halim, demikian ketiganya merasa menjadi korban pemalsuan tanda tangan surat dukungan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota  Surakarta. Pantas diduga masih banyak warga yang menjadi korban tindakan serupa namun tak berani melapor. 

Penulis : baaw
Editor   : edt