Sesuai Perintah Parpol Pendukung, Mirna Tetap Maju di Pilkada Kendal


KENDAL, WAWASANCO- Jelang pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Kendal Tahun 2020, suhu politik kian memanas. Meski tahapan akan dilaksanakan bulan depan, namun sejumlah nama tokoh sudah mulai mengapung untuk ikut bersaing dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kendal periode 2020-2024. 

Tentunya ini merupakan pembahasan yang menarik untuk dapat menakar bagaimana arah elit politik di Pilkada. Berbagai kalangan baik politisi, pengusaha dan bahkan sudah ada beberapa tokoh masyarakat yang menyatakan secara terang-terangan akan maju pada Pilkada Kendal nanti.

Bupati Kendal Mirna Annisa yang akan maju mencalonkan diri kembali memimpin Kendal saat ditemui dalam wawancara ekslusif dengan wawasan.co di ruang kerjanya, Rabu (19/8), Mirna mengungkapkan, dirinya tidak terpengaruh dengan berbagai isu yang berkembang akhir-akhir ini.

Mirna yang mengaku sudah mendapat perintah partai pendukung untuk maju kembali di pilkada tersebut, merasa tidak terpengaruh dengan berbagai isu. Apalagi dirinya juga mendapat dukungan dan wejangan dari para kiai dan sesepuh Kendal, agar figur yang mendampinginya nanti putra aseli daerah.

Ditanya, bagaimana mensikapi beberapa calon yang sudah berpasangan. Apalagi seolah dirinya ditinggalkan Dico bakal calon wakilnya dari partai Golkar, yang juga ingin mencalonkan diri menjadi bupati Kendal bersama Windu Suko Basuki. Mirna menjawab dengan santai, bahwa itu hak pribadi masing-masing.

"Saya tidak merasa ditinggalkan oleh siapapun. Karena di dunia politik itu penuh dinamika. Lagian saya bukan pemilik partai. Jadi bagaimanapun, saya maju atau tidak itu tergantung kesepakatan partai pengusung saya nanti, dan yang lebih penting dukungan dari masyarakat Kendal," ungkapnya.

Disamping itu lanjut Mirna, masyarakat Kendal menginginkan calon pemimpin yang aseli putra daerah itu menjadi pertimbangannya. Jadi dirinya mengaku tidak ada masalah, jika Dico yang bukan warga aseli Kendal memproklamirkan sendiri untuk maju sebagai calon bupati bersama calon lain.

"No problem, tidak masalah. Masyarakat bisa menilai kok. Jujur saya saat ini lebih konsisten berbuat yang terbaik untuk masyarakat kabupaten Kendal. Karena pilkada adalah sebuah kompetisi, jadi nanti bagaimana masyarakat memilih dan siapa yang akan menang, kita lihat saja nanti," jelas Mirna.

Disinggung adanya pergerakan yang akan men-Down Grade dirinya, agar tidak bisa mencalonkan diri karena tidak ada kendaraan partai yang mengusungnya, lagi-lagi Mirna menjawab dengan santai dan mengaku hal itu lumrah atau mungkin ada yang merasa ketakutan, jika dirinya mencalonkan.

"Ya itulah dunia politik. Jika ada kekuatan yang ingin men down grade atau apalah itu ya, saya pikir, kekuatan tersebut tidak menilai atau berharap dari kualitas seorang pemimpin. Justru hal seperti bisa membuat preseden buruk nilai demokrasi. Dan masyarakat bisa menilai sendiri," tandasnya.

Mirna juga berharap, pilkada tahun ini bisa berjalan tertib, aman, lancar dan damai. Menurutnya jangan sampai masyarakat yang sudah mandiri dan berdikari, jadi tidak tergoyangkan dengan berbagai isu baik di perbincangan maupun di sosial media.

"Insya Allah, yang saya pikirkan kedepan, adalah menyelesaikan infrastruktur di Kendal, kemudian berfikir bagaimana nasib-nasib masyarakat yang pendapatannya masih dibawah nilai kelayakan, bisa meningkat dan bisa mencukupi kebutuhan," harapnya.

Menurutnya, dengan pilkada 2020 yang kepemimpinan yang hanya 3,5 tahun kedepan, dirinya juga memikirkan beberapa perbaikan. Perbaikan dari SDM, peningkatan perekonomian dan permudahaan akses keuangan. 

"Itu perbaikan-perbaikan yang akan saya lakukan, Insya Allah jika terpilih nanti. Dan saya mohon dukungan dari masyarakat Kendal," pungkasnya. 

Penulis : Hanief
Editor   : edt