"Tak Puas Hasil Perhitungan Suara, KPU Demak Digeruduk Massa"


DEMAK, WAWASANCO- KPU Demak digeruduk massa, Kamis (27/8). Menyusul ketidakpuasan warga terhadap hasil perhitungan suara di TPS 06 Kelurahan Kota, yang diduga ada kesengajaan penggelembungan suara.

Jono (45), salah seorang warga menuding KPPS TPS 06 main mata dengan salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati. Sehingga suara yang mestinya untuk pasangan calon  lain ditambahkan ke kotak suara lawan. 

Tak terima dituding curang, Somat, Ketua KPPS TPS 06 pun berupaya memberikan klarifikasi. Namun karena terlanjur tak percaya, Jono kemudian mengerahkan massa untuk berunjukrasa ke KPU Demak.

Mendapat informasi akan adanya unjuk rasa, KPU segera menghubungi Polres Demak. Atas instruksi Kapolres AKBP Andhika Bayu Addittama satu peleton pasukan dalmas langsung meluncur ke lokasi. Didampingi tim negosiator, jajaran kepolisian berusaha membujuk massa agar mengurungkan niat mereka. 

Namun massa semakin panas dan menolak kompromi. Hingga beberapa orang sengaja membakar ban di tengah jalan utama Demak untuk mencari perhatian. 

Mencegah aksi semakin anarkis, polres menurunkan regu anti huru-hara dan armada watercanon untuk memecah kerumunan. Hanya saja massa semakin membara dan beberapa melakukan perlawanan terhadap petugas keamanan. Oleh karena telah membahayakan orang lain, tim urai massa segera beraksi. Di samping menembakkan gas air mata, salah satu demonstran diduga sebagai provokator  terpaksa dilumpuhkan. Unjuk rasa pun berhasil dibubarkan.

Kapolres Andhika didampingi Waka Polres Demak Kompol Achmadi dan Kabag Ops Kompol Sonhaji menjelaskan, simulasi sistem pengamanan kota (sispamkota) diadakan untuk mengecek kesiapan personel Polres Demak dalam agenda pengamanan Pilkada Demak 2020.

Dijelaskan, untuk pengamanan Pilkada Demak yang dijadwalkan hari pungutan suaranya pada 9 Desember, selain mengerahkan seluruh kekuatan juga mendapatkan dukungan dari institusi samping. Antara lain Kodim 0716/Demak, Polres Kudus dan Jepara, Brimob, serta Polda Jateng. 

"Ploting personel berbeda jumlah pada setiap tahapan. Mulai dari pendaftaran bakal pasangan calon, pemeriksaan berkas, hingga hari pemungutan suara dan penghitungan surat suara," terang kapolres.

Paling banyak pada hari pemungutan suara, ada 579 personel. Dengan pola pengamanan TPS 2:9:18, yakni dua personel Polri mengamankan sembilan TPS dengan dibantu 18 linmas.

Pada saat sama, Bupati HM Natsir menambahkan, Pemda sepenuhnya mendukung pelaksanaan Pilkada Demak. Mulai dari support anggaran hingga instruksi kepada ASN untuk tidak terlibat politik praktis. 

"Saya yakin ASN Pemkab Demak sepenuhnya paham akan arti netralitas. Sehingga mampu memilih dengan hati, hingga tidak terpengaruh pada ajakan 'dukung mendukung yang tidak normal'," kata bupati. 

Hal sama disampaikan Dandim 0716/Demak Letkol Arh M Ufiz, yang menjamin 1.000 persen netralitas TNI. Hingga tidak boleh ada dukung-mendung pasangan calon kepala daerah. 

Sedangkan terkait pengamanan Pilkada Demak, dandim menyebutkan 350 personel siap bersinergi dengan Pilres. Hanya mereka disiagakan di masing-masing Koramil, dengan pengaman sistem patroli. 

Penulis : ssj
Editor   : edt