Bupati sekaligus Ketua PGRI Kabupaten Demak HM Natsir didampingi jajaran pengurus, saat menyerahkan bantuan sosial kepada sekolah terdampak rob di empat kecamatan. Foto : sari jati 2 Attachments
DEMAK, WAWASANCO- Sebanyak 69 sekolah di kawasan pesisir Sayung, Karangtengah, Bonang dan Wedung mendapatkan bantuan dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Demak, Sabtu (12/9). Bantuan berupa pompa air, sepatu boot dan thermo gun diberikan sebagai bentuk dukungan kepada sekolah-sekolah terdampak rob.
Ketua Kegiatan Bakti Sosial sekaligus Sekretaris PGRI Kabupaten Demak H Sapon mengungkapkan, semakin hari bencana abrasi di Kabupaten Demak semakin meresahkan. Betapa tidak? Tak sedikit sekolah terdampak rob terkendala kegiatan belajar mengajar (KBM)-nya, sehubungan air pasang laut yang menggenangi kelas dan sekitarnya.
"Sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian PGRI, kami memberikan bantuan berupa pompa air, sepatu boot dan thermo gun kepada sekolah-sekolah terdampak rob. Jumlahnya memang belum cukup memadai, namun setidaknya bisa membantu mengatasi persoalan banjir rob yang seringkali mengganggu KBM," ujarnya, didampingi jajaran pengurus PGRI Kabupaten Demak.
Kabar baiknya, bantuan pompa air, sepatu boot dan thermo gun yang bersumber dari sumbangan sosial anggota PGRI tak hanya diberikan kepada 41 sekolah terdampak rob di Sayung, Bonang (14), Karangtengah (5) dan Wedung (9). Namun ada pula bantuan berupa thermo gun diberikan kepada IGTKI dan Himpaudi di 14 kecamatan, masing-masing dua buah.
Alasan diberikannya bantuan berupa thermo gun karena sekolah saat ini berlangsung di tengah pandemi corona. Keberadaan alat pengecek suhu badan dibutuhkan untuk melengkapi alat pelindung diri (APD), sehingga KBM yang saat ini sebagian dalam proses simulasi tatap muka dapat terlaksana sesuai standar protokol kesehatan pencegahan covid-19.
Di sisi lain, Bupati HM Natsir selaku Ketua PGRI Kabupaten Demak mengapresiasi empati semua guru tergabung dalam PGRI Kabupaten Demak sehingga berinisiatif membantu sekolah-sekolah terdampak rob. Bahkan IGTKI dan Himpaudi. Demi lancarnya proses KBM dan terciptanya generasi berkualitas di Kota Wali.
"PGRI itu sejarahnya dulu turut membidani lahirnya kemerdekaan RI. Maka menjadi tanggungjawab pengurus juga anggota PGRI di masa kini, terus menjaga persatuan dan kesatuan khususnya di kalangan guru sehingga perjuangan para pendahulu mencerdaskan bangsa Indonesia terus berlanjut," kata Bupati Natsir.
Mengenai sekolah terdampak rob, diharapkan ada peran serta pemerintah desa membantu menyediakan lahan representatif untuk relokasi sekolah. Pada saat sama, pemerintah daerah intensif memfollow-up usulan ke Kementerian PUPR terkait pembangunan jalan penghubung Sayung hingga Kedungmutih Wedung.
"Saya yakin ketika jalan penghubung Sayung-Wedung yang sekaligus berfungsi sebagai sabuk pantai itu terwujud, otomatis mengatasi masalah abrasi dan rob di kawasan pesisir Demak. Termasuk merevitalisasi sekolah-sekolah yang saat ini terkendala KBM-nya oleh banjir rob," tandas Bupati.
Penulis : ssj
Editor : edt