Bobol Salon kecantikan, Dua residivis ditangkap massa


SOLO, WAWASANCO- Dua residivis ditangkap massa karena membobol salon kecantikan. Itu terjadi  pada  SR (41) dan GCP (21)  warga Sangkrah Kecamatan Pasar Kliwon Solo  yang kini harus mendekam di tahanan Polsekta Laweyan Polresta Surakarta. Dari kedua tersangka berhasil disita barang bukti satu unit sepedamotor  AD 3361 MU berikut helm, dua gembok rusak serta  satu alat congkel besi, sebuah pisau sangkur .

 

„SR dan GCP dijerat pasal 363 ayat 1 ke 4e dan 5e KUHP jo pasal 53 KUHP  dengan ancaman hukuman enam tahun penjara”, kata Kapolsekta Laweyan Polresta Surakarta  AKP Ismanto Yuwono, di Mapolsekta setempat, Kamis (15/10).

 

Penangkapan terhadap dua tersangka, lanjut AKP Ismanto Yuwono berlangsung  pada 10 Oktober tahun 2020. Polisi menerima laporan warga Purwonegaran Kelurahan Sriwedari yang menyatakan telah menangkap terduga pembobol  Salon Brownflash di jalan Ciptomangunkusumo. Pengakuan tersangka  dan hasil  pemeriksaan di lokasi mengungkapkan, SR dan GCP masuk ke dalam salon dengan cara merusak dua buah gembok menggunakan pisau sangkur serta alat congkel terbuat dari besi. Namun belum sempat menggondol barang jarahan, ulah kedua tersangka diketahui warga yang segera melakukan penangkapan.

 

Kedua tersangka berikut barang bukti langsung diamankan ke Mapolsekta Laweyan. Polisi juga telah meminta keterangan warga berikut pemilik Salon atas kasusnya. Bahkan polisi juga sudah menyidik kedua tersangka yang mengaku melakukan kejahatan karena butuh uang dan tak memiliki pekerjaan. Berdasarkan pengakuan SR  dan GCP dan catatan polisi, keduanya tercatat pernah dijatuhi hukuman . SR telah menjalani pidana penjara 59 bulan untuk lima kasus tindak pidana pencurian yang dilakukan sejak tahun 2009 sampai dengan 2018.  Sedangkan GCP  pernah dihukum penjara  selama 13 bulan untuk dua tindakpidana penjabrretan dan mencuri sepeda lipat pada tahun 2017 dan 2019, jelasnya.

 

                                                             Beli miras.

Masih dalam kesempatan sama SR mengaku niat melakukan pencurian karena butuh uang untuk membeli minuman keras. Selama ini dirinya tak memiliki pekerjaan tetap selain membantu istri  yang berjualan makanan ringan dan rokok.“ Niat saya bila berhasil mendapatkan jarahan maka sebagian uang akan saya serahkan istri untuk keperluan  sehari hari. Sedangkan sisanya untuk beli ciu alias minuman keras (Miras)“, tuturnya sembari tertunduk dan mengaku dari enam tindak kejahatan yang dilakukan hingga kini, empat diantaranya mengalami kegagalan.

Penulis : baaw
Editor   : edt