Kapolda Jateng : Pelaku Kerusuhan dan Anarki, Ditindak Secara Hukum


MEMAPARKAN : Kapolda Jateng  Irjen Pol Ahmad Luthfi. foto dok

SEMARANG, WAWASANCO - Kapolda Jateng  Irjen Pol Ahmad Luthfi, memastikan pihaknya tidak pandang bulu terhadap pelaku aksi kerusuhan.

"Kita pastikan, siapa saja yang melakukan kerusuhan,sampai kemudian melakukan tindak anarki, merusak fasilitas yang ada, akan kita tindak secara hukum. Jadi ini bukan masalah pribadi, apakah itu mahasiswa atau butuh, bahkan masyarakat. Jadi, yang diproses hukum tetap lanjut," paparnya saat ditemui di Mapolda Jateng, Senin (19/10).

Disatu sisi, pihaknya tidak menampik jika dalam aksi demo terkait penolakan UU Ciptakerja pada Rabu (7/10/2020) lalu, diduga disusupi oleh provokator yang tidak bertanggung jawab, sehingga membuat aksi unjuk rasa menjadi anarkis  dan berakibat rusaknya fasilitas umum.

"Agar kejadian ini tidak terulang, kita meminta kepada seluruh aspek masyarakat,untuk meningkatkan daya tangkal. Jangan mudah terprovokasi dan digerakkan pada aksi massa, yang berujung anarkis dan pada akhirnya merugikan masyarakat sendiri," lanjutnya. 

Tidak hanya itu, pihaknya juga kembali meminta agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan,  dan tidak mengumpulkan massa dalam jumlah besar. "Bersama-sama masyarakat, Polda Jateng akan edukasi tentang protokol kesehatan dan memberi teguran yang terukur, pada pelanggaran yang terjadi," tegasnya. 

Hal senada juga disampaikan Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna. Tidak hanya dari segi hukum, namun juga kesehatan. 

"Jadi mereka yang kita amankan, karena terindikasi melakukan kerusuhan atau tindakan anarki, seluruhnya kita lakukan rapid test. Tidak hanya di Kota Semarang, namun juga daerah lain yang juga menggelar unjuk rasa serupa," paparnya.

Hal tersebut sebagai bagian dari upaya pencegahan penyebaran covid-19. "Hasilnya dari rapid test, ada 10 orang pendemo di Jateng, yang kebetulan dari Kota Semarang, dinyatakan reaktif. Kita tes swab, hasilnya benar positif," tambah Iskandar.

Selanjutnya dilakukan tracking atau penelusuran, ternyata ada satu orang lagi, yang merupakan kontak erat, juga positif. "Jadi total ada 11 orang. Berkaca dari sini, kita kembali ingatkan masyarakat untuk terus menjaga protokol kesehatan," pungkasnya. 

 

Penulis : arr
Editor   : edt