Ketua KPU Kabupaten Demak H Bambang Setya Budi bersama jajaran komisioner saat menggelar media massa gathering terkait persiapan debat publik Paslon Pilbup Demak 2020. Foto : sari jati
DEMAK, WAWASANCO- Hari H pencoblosan Pilbup Demak semakin dekat. Namun masih banyak masyarakat mengaku belum mengenal para pasangan calon (paslon) yang akan berlaga pada Pilkada serentak 9 Desember nanti.
Sehubungan itu Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Demak mengagendakan Debat Publik. Sebagaimana tahapan Pilkada 2020, Debat Terbuka yang diperkuat tim penyusun materi dari beberapa perguruan tinggi ternama di Jateng dan DIY itu dijadwalkan dua kali. Yakni pada tanggal 11 November dan 2 Desember.
Pada media gathering dalam rangka persiapan 'Debat Publik/ Debat Terbuka antar Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Demak dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Demak Tahun 2020', Ketua KPU Kabupaten Demak H Bambang Setya Budi menyampaikan, Debat Publik Putaran Pertama mengangkat tema 'Mengembalikan Kejayaan Demak Sebagai Pusat Peradaban'.
Dijadwalkan pada Rabu (11/11) pukul 19.00 - 21.00 WIB di hotel Amantis. Agar dapat disimak segenap masyarakat Kabupaten Demak rencananya disiarkan langsung melalui lembaga penyiaran INews TV.
“Selain itu masyarakat juga dapat menyaksiknnya melalui media sosial baik di youtube maupun facebook KPU Demak. Jadi bagi masyarakat Kabupaten Demak yang sedang dalam perjalanan atau sedang tidak ada televisi bisa melihat langsung melalui media sosial,” ujarnya, Rabu (11/11).
Lebih jauh disampaikan, debat terbuka adalah momen para Paslon meyakinkan pemilih terkait visi misi yang dicanangkan. Harapannya masyarakat di Kabupaten Demak tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk lebih mengenal calon pasangan Bupati dan Wakil Bupati Demak periode mendatang.
Sesuai dengan Keputusan KPU Nomor 465 dan kesepakatan dengan kedua paslon, ada tiga materi utama yang akan diangkat di debat publik putaran pertama. Yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memajukan daerah dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Serta dua materi tambahan terkait kebijakan dan strategi penanganan, pencegahan, dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
Lebih lanjut disampaikan, debat publik di masa pandemi ini hanya akan dihadiri kalangan terbatas. Yakni kedua Paslon, Bawaslu Kabupaten Demak, empat orang dari Tim Kampanye dan KPU Kabupaten Demak.
“Berbeda dengan sebelumnya, yang setiap debat selalu diiringi dengan riuh suara pendukung, yel-yel, iring-iringan tapi debat publik pada kali ini sangat dibatasi pesertanya, hanya 19 orang. Selain itu seluruh peserta harus mematuhi protocol Covid-19," kata dia.
Mengenai alasan pemilihan tema 'Mengembalikan Kejayaan Demak Sebagai Pusat Peradaban', menurut Bambang Setya Budi, agar para paslon tidak melupakan sejarah dalam misi visinya membangun Demak. Artinya, boleh jadi Kabupaten Demak nantinya maju berkembang sebagai kota industri, namun jangan sampai melupakan kearifan lokal. Yakni sebagai pusat peradaban Islam di nusantara, sebagaimana digariskan sejarah.
Penulis : ssj
Editor : edt