DEMAK, WAWASANCO- Meski angka positif covid-19 ada tren menurun, namun perekonomian masyarakat belum berangsur membaik setahun pasca Corona memapar negeri. Dalam rangka menggeliatkan kembali perekomian rakyat, pemerintah intensif mendorong perkembangan UMKM.
Seperti dilakukan pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Demak di Desa Mlaten Kecamatan Mijen, Selasa (23/3). Selain menggelar pasar murah dalam rangka meringankan beban masyarakat terdampak covid-19, diresmikan pula pasar desa yang dibangun dengan bantuan Kementerian Koperasi RI.
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Demak Iskandar Zulkarnaen didampingi Kabid Pengelolaan Pasar Sunoto menjelaskan, bangunan senilai Rp 900 juta yang menempati lahan seluas 2000 meter persegi itu merupakan bantuan Kementerian Koperasi untuk Koperasi Wanita Melati Mandiri. Terdiri dari 15 kios, dua MCK dan satu unit los kapasitas 30 orang.
"Pasar desa bantuan dari Kementerian Koperasi ini yang ketiga diterima Kabupaten Demak. Pertama pada 2016 dibangun di Desa/Kecamatan Kebonagung. Kedua pada 2017 di Wonosekar Karangawen, dan yang ketiga di Mlaten Mijen ini pada 2019," ujarnya.
Mestinya peresmian diagendakan pada 2020, namun karena pandemi corona melanda, ditunda pelaksanaannya. Baru setelah covid-19 mulai mereda, peresmian bisa dilaksanakan sebagai rangkaian kegiatan Pasar Murah Hari Jadi ke-518 Kabupaten Demak.
Pasar desa yang bisa diakses beberapa desa sekitar, yakni Desa Banteng Mati, Mijen, dan Bakung itu diproyeksikan menjadi pusat keramaian baru di Mlaten sehingga berimbas bangkitnya perekomian lokal. Sebab pada lokasi sama juga akan dibangun usaha pemancingan milik BUMDes, dan Puskesmas Pembantu Mijen 2, terang Kepala Desa Mlaten Zumar.
Sehubungan itu Wabup H Joko Sutanto mewakili Bupati HM Natsir yang turut hadir bersama Sekda dr H Singgih Setyono menyatakan, apresiasinya pada semua instansi mulai BUMN, BUMD, serta pelaku usaha swasta yang turut memberikan CSR sehingga pasar murah sukses terselenggara di tengah pandemi. Disebutkan, covid-19 memberi dampak luar biasa di bidang perekonomian.
"UMKM jawabannya untuk menangkal kerugian ekonomi yang terjadi. Adanya pasar desa ini semoga mampu menghidupkan lagi perekonomian rakyat, tentunya dengan tetap mentaati standar protokol kesehatan," kata wabup.
Apresiasi pun disampaikan kepada BUMN, BUMD, pelaku usaha swasta yang turun serta memberikan anggaran bina lingkungan untuk meringankan beban masyarakat terdampak covid-19 melalui subsidi harga paket sembako. "Mudah-mudahan bisa ringankan beban di tengah tekanan ekonomi yang luar biasa. Di sisi lain, mohon masyarakat mendoakan pandemi segera berlaku sehingga semua kehidupan sosial ekonomi kembali bangkit dan berangsur normal," tandas Wabup.
Penulis : ssj
Editor : edt