BANYUMAS, WAWASANCO- Eksalasi pandemi Covid19 berdampak sangat signifikan terhadap ketersediaan darah yang ada di PMI Kabupaten Banyumas. Saat ini ketersediaan dalam keadaan sangat kritis, setiap harinya PMI Kab Banyumas membutuhkan darah sebanyak 182 kantong untuk memenuhi kebutuhan darah pasien yang ada di Rumah Sakit. Ketersediaan darah diprediksi akan semakin menipis memasuki bulan Ramadhan.
Mensikapi hal tersebut bertempat di Pendopo Kecamatan Sumpiuh para Relawan lintas Oganisasi (Fortasi) Banyumas yang terdiri dari MDMC, MTA , KOKAM , ASAR HUMANITY, GERPIK dan SERAYU RESCUE, mengadakan kegiatan donor darah sukarela, agar setidaknya dapat membantu kecukupan ketersediaan darah PMI kabupaten Banyumas. “Antusias dari para relawan sangat tinggi terbukti lebih dari 60 orang mendaftarkan diri. peserta yang memenuhi kriteria dapat terambil sebagai pendonor sebanyak 42 orang,” kata Dewan Penasehat Fortasi, Edy Wahono, di sela-sela kegiatan Kamis (25/3/2021).
Diungkapkan, yang sangat menonjol adalah pendonor putri srikandi rescuer sebanyak 19 orang hampir mencapai 50 % dari jumlah pendonor.Pendaftar yang gagal banyak disebabkan karena baru mengikuti vaksin covid 19 belum lebih dari 15 hari, tekanan darah tinggi, dan tekanan darah terlalu rendah serta HB yang terlalu rendah. Sejumlah screening lengkap harus dilalui oleh para peserta.
Ratu larasati (18 tahun) peserta putri dan Junaidi (21 tahun) peserta pria keduanya baru pertama kali donor mengatakan awalnya merasa senang bisa ikut dalam kegiatan sosial tersebut. Dr Nikko dari PMI yang hadir dalam acara tersebut menyatakan sangat berterimakasih pada FORTASI yang sangat apresiasi dengan kekurangan persediaan darah PMI.
Camat Sumpiuh Achmad Suryanto sangat mendukung giat kemanusiaan donor darah ini, Pendopo kecamatan selalu diperkenankan dipergunakan kembali untuk kegiatan kedepan.
Penulis : Joko Santoso
Editor : edt