Aktifis Komunitas Disabelitas Demak (KD2) saat membagikan takjil kepada masyarakat umum yang melintas di perempatan Makodim dan Pasar Bintoro. Foto : sari jati
DEMAK, WAWASANCO- Komunitas Disabelitas Demak (KD2) membagikan takjil, Sabtu (24/4). Selain mengeratkan silaturahim, kegiatan yang dipusatkan di perempatan Makodim 0716/Demak dan Pasar Bintoro itu sebagai bentuk kepedulian terhadap umat muslim yang tidak sempat menyiapkan hidangan buka puasa karena sedang dalam perjalanan atau berkendara.
Koordinator KD2 Ahmad Syafi'i menyampaikan, bagi-bagi takjil telah lama menjadi agenda tahunan KD2. Selain untuk mengeratkan silaturahim antar-anggota KD2, juga sebagai pengejawantahan hadist Rasulullah Muhammad SAW bahwa tangan di atas lebih mulya dari tangan yang di bawah.
"Selama ini kelompok disabelitas selalu identik dengan orang-orang yang disantuni. Bersamaan kegiatan pembagian takjil ini kami berusaha merubah image bahwa disabelitas juga bisa memberi. Sebagaimana hadist 'tangan si atas lebih mulia dari tangan di bawah'," ucapnya, didampingi H Kurnen, pemerhati masalah sosial di Kota Wali.
Secara sukarela puluhan anggota KD2 iuran semampunya, sehingga terwujud 200 bungkus takjil. "Jangan dilihat dari bentuknya. Namun niatan ikhlas kami melaksanakan hadist Rasulullah. Serta kepedulian kepada sesama umat muslim yang sedang menunaikan ibadah puasa Ramadhan," imbuh Syafi'i.
Sebanyak 200 bungkus takjil yang dibagikan para aktifis KD2 itu pun ludes berpindah tangan dalam hitungan menit. Somad, salah seorang penerima takjil, mengaku terharu sekaligus simpati dengan aksi sosial warga difabel Kota Wali itu.
"Semoga niatan tulus dan kepedulian saudara-saudara disabelitas dengan bagi-bagi takjil ini menjadi amal ibadah mereka di bulan suci Ramadhan. Serta berbalas pahala yang berlipat," tutupnya.
Penulis : ssj
Editor : edt