Kasus Covid-19 Masih Tinggi, PPNI Ajak Gotong Royong Tangani Pandemi


Ketua PPNI Jateng sekaligus anggota DPR RI dari FPDIP H Edy Wuryanto saat memberikan support atau dukungan moral pada para nakes khususnya anggota PPNI Kabupaten Demak di RSUD Sunan Kalijaga. Foto : sari jati Attachments area

DEMAK, WAWASANCO- Masih tingginya jumlah kasus covid-19 menjadi keprihatinan dan perhatian banyak pihak. Terlebih ketika banyak tenaga kesehatan (nakes) tumbang, sehingga berdampak pada tak optimalnya pelayanan kesehatan masyarakat.

Sehubungan itu gerakan #savenakes gencar disuarakan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Sebagaimana disampaikan Dr H Edy Wuryanto SKp MKp, Ketua PPNI Jawa Tengah yang juga anggota DPR RI, bahwa penanganan covid-19 harus dengan gotong royong. Pemerintah, nakes, bahkan masyarakat juga memiliki peran penting dalam upaya menurunkan angka kasus covid-19. 

"Kalau hulunya tidak diperbaiki maka hilirnya akan crawded. Rumah sakit penuh. PPKM darurat yang dijadwalkan 3-20 Juli merupakan golden time untuk memperbaiki bagian hulu ini. Kunci suksesnya ada dua. Kepala daerahnya tegas, rakyatnya aktif berpartisipasi. Gotong-royong," ujarnya, saat kunjungan kerja di RSUD Sunan Kalijaga Demak, Sabtu (3/7).

Menurutnya, tidak ada yang tahu kapan pandemi berakhir. Parahnya, bukannya berkurang jumlah pasien terpapar, malah muncul varian-varian baru. Maka itu kondisi nakes sebagai bagian dari 'pasukan tempur terdepan' melawan covid-19 harus benar-benar diperhatikan. 

Terlebih hingga kini rata-rata 20-40 persen nakes termasuk perawat di dalamnya terpapar virus corona karena faktor kelelahan, di samping adanya komorbid. 

"Khususnya Kabupaten Demak dari 1.200 anggota PPNI, sekitar 200-an di antaranya telah terpapar covid-19. Lima di antaranya gugur dalam tugas bulan lalu, saat menangani lonjakan jumlah pasien terkonfirmasi covid-19 pasca-lebaran," ujar Ketua PPNI Kabupaten Demak H Soekardjo SKM MKes.

Sehubungan itu PPNI mendorong agar pemerintah segera memberikan hak insentif para nakes sebagai reward atas risiko keselamatan dalam bertugas. Sebab selain alat pelindung diri (APD), nakes juga sangat membutuhkan support vitamin untuk tingkatkan imun. 

Di sisi lain, gugus tugas tingkat desa harus diperkuat. Mengingat sejumlah  kematian pasien covid-19  terjadi beberapa hari terakhir saat menjalani isolasi mandiri di rumah. 

"Penyebaran tidak terkontrol di masyarakat karena mereka tidak paham. Nakes puskesmas hendaknya lebih sering turun ke lapangan memberikan advokasi cara penanganan pasien covid-19, hingga pencegahan penularan," ujar Edy Wuryanto, yang politisi PDIP itu.

Di sini pentingnya puskesmas sebagai pusat informasi dan pelayanan kesehatan masyarakat. Selain home visit dan home care, pemetaan wilayah berdasarkan jumlah warga terpapar covid-19 penting, untuk optimalisasi penanganan. 

Penulis : ssj
Editor   : edt