Ketua TP PKK Jateng Ikut Baksos Gagah Bencana Di Magelang


Ketua TP PKK Kabupaten Magelang Christanti Handayani saat mendampingi Ketua TP PKK Jateng Siti Atikoh, dalam Kegiatan bakti sosial Gagah Bencana di Pagersari, Mungkid, Magelang. (Tri Budi Hartoyo)

KOTA MUNGKID, WAWASANCO- Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Siti Atikoh Ganjar Pranowo, mengatakan, program Gagah Bencana jangan hanya dilihat setelah terjadinya bencana saja. Namun juga diperhatikan mulai dari sisi pencegahannya.

 

"Tidak selalu bencana alam saja. Misal, seperti ibu yang sedang mengandung, maka jangan sampai nanti anak yang dilahirkan mengalami Stunting," katanya, dalam Bakti Sosial Keluarga Tanggap Dan Tangguh Bencana (Gagah Bencana) di Desa Pagersari, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Kamis (31/03/2022).

 

Atikoh menyebut bencana lainnya yang harus dicegah adalah tingkat kematian ibu pada saat melahirkan, dengan rutin melakukan pemeriksaan. Perlu adanya edukasi kepada para ibu yang sedang mengandung terkait asupan gizi yang harus dipenuhi.

 

"Jangan sampai terlalu banyak makan makanan yang instan karena gampang, mudah, murah, dan cepat tetapi tidak memperhatikan nutrisi," ujarnya, dalam peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Tingkat Provinsi Jawa Tengah Ke-50 Tahun 2022 tersebut.

 

Adapun bentuk bencana non alam lain, lanjut Atikoh, adalah Pandemi yang sangat berdampak pada sektor ekonomi masyarakat. Maka perlu ada pelatihan-pelatihan khususnya kepada para ibu yang nanti bisa membantu ekonomi keluarga.

 

"Contohnya seperti kuliner, apalagi ini menjelang bulan puasa. Mungkin seperti takjilan bisa menjadi peluang ekonomi bagi para ibu dan bisa dipasarkan melalui WhatsApp," katanya. 

 

Ketua TP PKK Kabupaten Magelang, Christanti Handayani Zaenal Arifin, mengatakan, tujuan baksos Gagah Bencana ini untuk meningkatkan kepedulian Dinas Lintas Sektor, CSR terhadap permasalahan lingkungan sehat.

 

Baksos bidang kesehatan lingkungan ini diharapkan dapat memberikan daya ungkit masyarakat untuk meningkatkan keswadayaan masyarakat dalam pembangunan. Serta mampu meningkatkan kesadaran warga dalam memenuhi kebutuhan berdasarkan rasa kebersamaan dan keanekaragaman menuju pada penguatan integrasi sosial melalui kegiatan gotong royong.

 

"Juga meningkatkan ketahanan keluarga sebagai dasar dalam mempersiapkan SDM yang tangguh dan meningkatkan rasa memiliki serta rasa tanggungjawab masyarakat terhadap hasil-hasil pembangunan," jelasnya.

 

Kegiatan memberikan bantuan berupa pelayanan kesehatan gratis bagi 300-500 orang, yang dilayani oleh RSU Tugu Semarang. Pemberian bibit tanaman buah-buahan (kelengkeng, rambutan, dan jambu air) serta bibit sayur-sayuran (cabai, sawi, dan tomat).

 

Kemudian bantuan jambanisasi (11 kloset dan kelengkapannya), 50 paket sembako bagi 50 Lansia kurang mampu, bantuan bank sampah sebanyak empat buah timbangan dan karung, serta bantuan paket untuk tujuh anak stunting

Penulis : tbh
Editor   : edt