Main di Kandang Sendiri, Satya Wacana Salatiga Takluk dari Prawira Bandung


SEMARANG, WAWASANCO - Gelaran Indonesian Basketball League (IBL) 2025 kembali bergulir, di GOR Basket Prof Susilo Wibowo, Undip, Semarang, Sabtu (8/2). Laga ini mempertemukan Satya Wacana Salatiga (SWS) vs Prawira Bandung atau PWB.

Hasil akhirnya, SWS harus menelan pil pahit saat bermain di kandang sendiri. SWS takluk di tangan PWB dengan skor akhir 60-72.

Prawira mengambil alih kedudukan selepas lima menit pertama. Dalam tiga kuarter berikutnya, Satya Wacana hanya bisa memangkas margin terkecil empat poin. Prawira tak terbendung di paruh kedua dengan mencatat keunggulan melalui 25/63 tembakan.

Tim asuhan David Singleton itu digdaya di paruh kedua. Prawira menggandakan keunggulan hingga mencapai margin terbesar 15 poin. Mereka merebut 14 offensive rebound yang menghasilkan 21 poin dari kesempatan kedua.

Selain itu, dengan keunggulan besar di dua kuarter terakhir, semua pemain Prawira mendapat kesempatan bermain. Hampir semua pemain Prawira menyumbang angka dengan 39 poin datang dari bangku cadangan. 

De Vaughn Washington memimpin Prawira melalui dobel-dobel 19 poin dan 11 rebound. Washington membukukan 8 dari 15 tembakan dalam 26 menit. John Murry II mencetak 14 poin termasuk dari 5/5 tembakan gratis. Yudha Saputera memberikan 10 poin, 5 rebound, dan 5 asis. Yudha hanya berhasil melakukan 2 tripoin dari 7 percobaan. Nobertas Giga menambah dengan 6 poin, 9 rebound, dan 4 asis.

Satya Wacana masih kesulitan memaksimalkan peluang. Dari 61 percobaan, mereka hanya bisa mencetak 21 tembakan. Henry Lakay dan Ikcaven Curry berupaya dengan masing-masing mencetak 12 poin. Disusul oleh Marquis Davidson dengan 10 poin, 8 rebound, dan 12 asis.

"Kami belajar dari game ini ada beberapa hambatan terutama di offense. Prawira punya body dan bola yang bagus, kita beberapa kali stag," kata Jerry Lolowang, pelatih SWS saat jumpa media.

Jerry mengakui, pihaknya hampir tidak memiliki momentum dalam membangun dan mendulang poin. Namun poin tembakan tiga angka cukup membantu menempel ketat skor Prawira Bandung pada kuarter ketiga.

Setidaknya ada 6 tembakan tiga angka didapatkan SWS dari 26 kali percobaan dengan 2 diantaranya dilakukan oleh Henry Lakay.

SWS sempat mengejar ketertinggalan pada kuarter ketiga dengan unggul 17-16. Namun kembali tersalip PWB dengan skor 13-16 di kuarter keempat.

"Anak-anak main cukup baik, kita enggak punya momentum pertandingan seperti biasanya," katanya.

Usai kekalahan kelima dari tujuh pertandingan, Jerry tidak mau ambil pusing, ia kini fokus menatap laga esok melawan tim kuat Hangtuah Jakarta, Minggu 9 Februari 2025 di tempat yang sama.

Di sisi lain, pelatih Prawira Bandung David Reynard Singleton mengaku senang dengan hasil kemenangan di kandang Satya Wacana Salatiga.

Koleksi kemenangan kelimanya ini merupakan kerja kerasnya dalam membangun defense yang kokoh kepada Pandu Wiguna dkk.

"Kita bermain bagus hari ini, keseluruhan saya sangat suka dengan poin kemenangan ini," katanya.

Pemain PWB, Yudha Saputra mengaku sempat tertekan dengan permainan fast breat SWS pada kuarter ketiga. Strategi defense membantu dalam menahan pergerakan poin tuan rumah.

"Game cukup ketat mereka berkembang banget, tapi yang pasti kita bisa menurunkan potensi kita. Skor panjang kita karena defense kita bagus hingga kuarter akhir," katanya

Penulis : ardi
Editor   : edt