SEMARANG, WAWASANCO - Pertandingan seru tersaji di GOR Basket UNDIP, Semarang, pada Minggu malam, 16 Maret 2025, saat Satya Wacana Salatiga menjamu tamunya Pacific Caesar Surabaya dalam lanjutan Indonesian Basketball League (IBL) musim kompetisi 2025.
Sejak menit awal pertandingan, kedua tim menyajikan permainan terbuka sehingga running poin terjadi hingga akhir pertandingan. Sayangnya dipertandingan tersebut Satya Wacana Salatiga harus mengakui keunggulan Pacific Caesar Surabaya dengan skor akhir 75-87.
Dua pemain kunci Satya Wacana Salatiga, yakni Marquis Steven Davison dan Ikcaven Curry menjadi motor pendulang poin tuan rumah, Curry mampu mencetak 25 poin dan 14 rebound, sedangkan Davison membukukan 31 poin, 11 rebound dan 6 assist.
Sedangkan di tim tamu, Miranda dan Josua Bramah jadi pendulang poin terbanyak Pacific. Miranda mencetak 36 poin dan 7 rebound, sedangkan Bramah meraih 25 poin dan 11 rebound.
Jalannya Pertandingan
Sejak awal pertandingan Satya Wacana Salatiga langsung mengambil inisiatif serangan, bahkan mereka mampu memenangi kuarter pertama dengan skor tipis 19-18. Memasuki kuarter kedua, Pacific mulai bangkit dan terus menekan Satya Wacana Salatiga. Hasilnya, Pacific di kuarter kedua mampu mengumpulkan 22 poin sedangkan Satya Wacana Salatiga hanya 19 poin dengan total poin terkumpul hingga akhir kedua menjadi 38-40 untuk kemenangan Pacific.
Memasuki kuarter ketiga, Satya Wacana Salatiga mencoba bangkit dan menekan Pacific melalui serangan yang digalan Davison dan Curry. Bahkan di kuarter ketiga beberapa kali Satya Wacana mampu menyamakan perolahan poin dengan Pacific, namun jelang menit-menit akhir Pacific terus melebarkan jarak dengan tim tamu. Mereka mampu menutup kuarter ketiga dengan selisih 6 poin.
Tertinggal 6 poin, tidak membuat Satya Wacana Salatiga putus asa. Mereka terus memberikan perlawanan dengan permainan solid di kuarter keempat. Meski begitu, tim tamu lewat Daffa Dhoifullah mencoba menjauhkan jarak poinnya melalui shoot 3 poin. Di kuarter ini Daffa mencetak lima poin. Tak hanya Daffa, Miranda pun beberapa kali mencetak tembakan 3 poin sehingga makin memperlebar jarak perolehan poin kedua tim.
Satya Wacana Salatiga pun akhirnya harus mengakui ketangguhan Pacific Caesar Surabaya diakhir pertandingan. Kekalahan tersebut membuat Satya Wacana semakin terpuruk dengan rekor 2-10, dan belum pernah menang dalam tujuh pertandingan berturut-turut. Sedangkan Pacific dengan kemenangan tersebut membuat posisi mereka kini di peringkat ke 10, dengan rekor 3-9.
Dalam sesi press conference usai pertandingan, Pelatih Satya Wacana Salatiga Jerry Lolowang mengungkapkan pertandingan melawan Pacific Caesar Surabaya berjalan sangat seru. "Kita lihat ada banyak momentum berpindah-pindah (kejar-kejaran poin), sehingga menjadi catatan buat kami. Pertandingan tadi bisa dibilang running game, kami cukup bisa mengimbangi," bebernya.
Sedangkan pelatih Pacific Caesar Surabaya Dhimas Aniz Setiaputra memuji permainan anak asuhnya, meski mereka sempat kewalahan mengatasi perlawanan Satya Wacana Salatiga di awal-awal pertandingan. "Kami tadi cukup kewalahan sih di kuarter 1 dan 2 untuk menutup pergerakan Davison, namun sekali lagi kami bersyukur karena hari ini kami masih diberikan kemenangan," ujarnya.
Penulis : ardi
Editor : edt