Pekalongan, Wawasan.co – PT KAI Daop 4 Semarang melakukan langkah cepat dalam menangani banjir yang terjadi pada jalur hulu dan hilir petak jalan stasiun Pekalongan - stasiun Sragi, tepatnya di Km 88+6/7 pada Sabtu (17/1) pukul 03.20 WIB.
Setelah Petugas Prasarana melaporkan adanya banjir yang telah mencapai batas kepala rel di lokasi tersebut, Daop 4 segera menyatkan bahwa jalur tersebut tidak aman dan berbahaya dilewati oleh KA pada jalur hulu dan hilir sebagai langkah pengamanan.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif menyampaikan bawah pada dua jalur kereta api pada lokasi terdampak, saat ini sudah tertutup banjir dengan ketinggian sekitar 10 cm diatas rel.
“Untuk keselamatan, jalur kereta api terpaksa kami tutup dan untuk sementara tidak bisa dilalui kereta api. Sehingga perjalanan KA khususnya yang melewati jalur dari Pekalongan menuju Jakarta maupun sebaliknya sementara terganggu,” jelas Luqman.
Luqman menambahkan bahwa akibat kondisi tersebut, pada jam 04.15 ada beberapa KA terganggu perjalanannya, yaitu :
1. KA Jayabaya
2. KA Harina
3. KA Argo Anjasmoro
4. KA Tawangjaya premium
5. KA Plambangan
6. KA Kertajaya
7. KA Dharmawangsa
"KAI Daop 4 Semarang terus melakukan pemantauan terhadap situasi ketinggian air di lokasi dan siap melakukan tindakan lanjutan apabila diperlukan. Upaya mitigasi dilakukan dengan mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api, yang menjadi prioritas utama KAI," kata Luqman
KAI Daop 4 Semarang masih terus memantau kondisi di lokasi tersebut untuk memastikan seluruh perjalanan kereta api tetap berlangsung dengan aman. Keselamatan perjalanan pelanggan dan operasional KA merupakan prioritas utama KAI.
"KAI Daop 4 Semarang memohon maaf kepada pelanggan KA yang mungkin turut terdampak perjalanannya. KAI Daop 4 akan terus menjaga keselamatan perjalanan KA dengan pemantauan dan penanganan secara intensif," tutup Luqman.
Penulis : holy
Editor : Daniel