Semarang, Wawasan.co - Dalam rangka meningkatkan kualitas pribadi dan profesional pendidik anak usia dini, baru-baru ini telah dilaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) oleh dosen-dosen Magister Psikologi USM, dengan judul “Peningkatan Pemahaman Konsep Diri Guru Taman Kanak-Kanak Cahaya Ilmu Semarang”.
Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh para guru TK Cahaya Ilmu Semarang sebagai peserta dengan tujuan untuk memperkuat pemahaman guru mengenai konsep diri, kepercayaan diri, serta kemampuan regulasi emosi sebagai bekal penting dalam menjalankan peran pendidik.
Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh tiga materi utama. Materi pertama adalah memahami konsep diri, yang membahas pentingnya guru mengenali dan menerima dirinya secara positif. Materi kedua adalah kepercayaan diri guru, yang menekankan peran keyakinan diri dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab profesional. Materi ketiga adalah regulasi emosi melalui pengolahan napas, yang memberikan keterampilan praktis bagi guru dalam mengelola emosi secara adaptif di lingkungan kerja.
Materi disampaikan oleh tiga narasumber yang berkompeten di bidang psikologi, yaitu ketua kegiatan PkM Dr Mulya Virgonita IW SPsi MSi Psikolog, beranggotakan Prof Dr Dra Hardani Widhiastuti MM Psikolog, serta Dr Dra Arumwardani Nusandhani MSi Psikolog.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui pemaparan teori, diskusi, serta latihan sederhana yang dapat langsung diterapkan oleh peserta.
Dr Mulya Virgonita IW SPsi MSi Psikolog, menyampaikan bahwa penguatan konsep diri guru merupakan fondasi penting dalam pendidikan anak usia dini.
“Guru yang memiliki pemahaman konsep diri yang positif akan lebih percaya diri, mampu mengelola emosinya dengan baik, dan pada akhirnya dapat menghadirkan interaksi pembelajaran yang lebih sehat dan bermakna bagi anak-anak,” ujar Dr Mulya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa keterampilan regulasi emosi sangat dibutuhkan oleh guru dalam menghadapi dinamika kelas.
Dr Mulya menjelaskan, “Melalui latihan pengolahan napas yang sederhana, guru dapat belajar menenangkan diri saat menghadapi situasi menantang, sehingga respons yang muncul menjadi lebih adaptif dan profesiona,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung dengan suasana yang kondusif dan partisipatif. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi yang tercermin dari keaktifan dalam sesi tanya jawab dan diskusi. Guru-guru juga berbagi pengalaman terkait tantangan emosional dalam proses mengajar serta mendiskusikan strategi praktis yang dapat diterapkan dalam keseharian di sekolah.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, diharapkan para guru TK Cahaya Ilmu Semarang mengalami peningkatan pemahaman mengenai konsep diri, kepercayaan diri, serta kemampuan regulasi emosi. Dampak jangka panjang dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis guru sekaligus kualitas proses pembelajaran bagi anak usia dini.
Penulis : holy
Editor : Daniel