Jumlah warga yang mengajukan permohonan surat pindah di Disducatpil terus mengalami lonjakan sejak Lebaran hingga saat ini. Foto : Probo Wirasto.
PEMALANG, WAWASANCO - Jumlah pemohon pelayanan data kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pemalang, pasca Hari Raya Idul Fitri hingga saat ini masih membludak, setiap harinya ratusan warga terpaksa harus antre untuk mendapatkan pelayanan. Menurut Kepala Disdukcatpil, Andria Heru Cahyono, terbanyak diajukan adalah surat keterangan permohonan pindah domisili.
Dalam penjelasan yang disampaikan melalui Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data, Agus Syarif Nurhadi, pemohon pelayanan administrasi kependudukan memang sejak dibuka pertama kali yakni tanggal 10 Juni setelah libur dan curi Hari Raya Idul Fitri meningkat tajam dibandingkan sebelumnya. Bahkan peningkatan tercatat mencapai 50-100 jika dibandingkan kondisi normal hingga saat ini, untuk permohonan yang diajukan sendiri terdari berbagai macam.
"Contohnya pengajuan surat pindah dari biasa 50 pemohon, sekarang menjadi rata-rata 100 setiap harinya. Kemudian akte kelahiran permintaan dari masyarakat juga mencapai antara 100-150,"tandasnya, Jumat (14/6).
Kaum Pekerja
Ditanyakan mengenai kebanyakan jumlah warga yang mengajukan permohonan, menurut Agus Syarif Nurhadi untuk surat pindah didominasi oleh warga Pemalang yang menjadi perantau di berbagai kota. Sedangkan untuk permohonan akte kelahiran banyak diperlukan masyarakat karena digunakan untuk persyaratan administrasi mendaftar sekolah untuk peserta didik baru.
Kondisi tersebut juga dibenarkan oleh Joko Supriatno warga Randudongkal, ia mengaku sengaja antri untuk mendapatkan pelayanan sejak pukul 06.00, bahkan sebelum kantor buka. Hal ini terpaksa dilakukan agar bisa diproses lebih cepat, karena rencananya akan kembali ke Jakarta setelah seminggu lebih berada di rumah.
"Saya mau minta surat keterangan pindah, karena rencana KTP el yang alamatnya semula di Randudongkal akan diperbaharui menjadi alamat di Jakarta sehingga butuh butuh untuk mengurus segala sesuatu lebih cepat,"urainya yang bekerja sebagai karyawan pabrik elektronik tersebut.
Sementara itu akibat banyaknya jumlah pemohon yang tidak sebanding dengan kapasitas ruang tunggu, akhirnya warga masyarakat harus bergantian mendapatkan pelayanan bahkan antrian mengular hingga ke luar kantor Disdukcatpil. Sehingga ketika ada warga yang sudah selesai dan keluar ruangan, maka baru pemohon dari luar bisa masuk.
Penulis : pw
Editor :