Digagas, Kerjasama Pengembangan Potensi Pertanian

  • Purbalingga Gandeng UMP

Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Anjar Nugroho berdialog dengan BupatI Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi). Tiwi akan menggandeng perguruan tinggi untuk mengembangkan potensi pertanian di wilayahnya. (Foto :Joko Santoso)

PURBALINGGA, WAWASANCO-Pemkab Purbalingga menggagas kerjasama pengembangan potensi pertanian. Caranya dengan menggandeng perguruan tinggi  untuk melakukan inovasi potensi pertanian yang ada di wilayah tersebut.

Demikian disampaikan Bupati Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) saat menerima kunjungan Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Anjar Nugroho dan jajarannya, di ruang rapat bupati, Kamis (13/6) petang.

Tiwi menyampaikan menyampaikan, inovasi pertanian yang diciptakan UMP itu sejalan dengan potensi Kabupaten Purbalingga yang sebagian besar masyarakatnya menggantungkan sektor pertanian, termasuk 30 persen PDRB-nya disokong dari sektor pertanian. “Ini cukup related juga dengan potensi yang ada di Purbalingga. Ini suatu saat bisa dikembangkan di daerah Bukateja,” katanya.

Bupati juga menyampaikan beberapa kebutuhan ilmiah masyarakat Purbalingga khususnya problem produktifitas pertanian. Dimana barangkali problem ilmiah tersebut nantinya juga bisa dicarikan solusi juga oleh pihak UMP.

Beberapa kebutuhan ilmiah masyarakat Purbalingga tersebut diantaranya yakni produktifitas rumput Kasuran bahan pembuatan wayang suket. “Kerajinan wayang suket ini memiliki nilai seni yang tinggi dan memiliki nilai jual sebagai souvenir/kenang-kenangan khas Purbalingga. Hanya saja bahan bakunya hanya bisa didapat pada musim-musim tertentu, sehingga ini menghambat produktifitas. Semoga ini bisa menjadi bahan penelitian UMP untuk dicarikan solusinya,” katanya.

Sementara Anjar Nugroho menyampaikan menyampaikan bahwa UMP telah menghasilkan beberapa penelitian pertanian, salah satunya yakni tentang bibit kelapa kopyor. “Kami punya penelitian kelapa kopyor, dimana umumnya kelapa ini cenderung langka dan tidak pasti setiap pohon kelapa terdapat yang kopyor. Kami kembangkan bibit kelapa yang bisa menghasilkan setiap kelapanya kopyor,” katanya.

Pihaknya menawarkan agar temuan tersebut barangkali dapat disosialisasikan atau dijadikan program pemerintah dalam pengembangan perkebunan kopyor bagi masyarakat. Anjar menuturkan kelapa kopyor memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

“Ini cukup menjanjikan untuk kesejahteraan masyarakat, dimana setiap kelapa kopyor biasanya memiliki nilai jual mencapai  Rp 20.000 - 35.000 padahal dengan cara perawatan yang sama dengan pohon kelapa pada umumnya,” imbuhnya.

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt