Menguasai Senpi Bukan untuk Sok-Sokan


Ketua Perbakin Salatiga Sony Wicaksono (kiri berkacamata) saat menyerahkan bendara kebesaran Perbakin disertai Surat Tugas ke Ketua 'Best Hunting Club' (BHC) masa Bakti 2019-2024 yang baru dilantik Ali Fikri, di Kompleks Koni Salatiga, Sabtu (15/6) malam. Foto : Ernawaty

SALATIGA , WAWASANCO- Anggota Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Kota Salatiga yang mengantongi surat izin serta Kartu Tanda Anggota (KTA) bukan untuk sok-sokan dalam "menguasai" senjata api yang dimiliki. 

"Diharapkan, seluruh anggota tidak sok-sokan dalam menggunakan senpi meskipun telah mengantongi surat izin dan KTA Perbakin," tegas Ketua Perbakin Salatiga Sony pesan sekaligus himbauan ditengah Pelantikan 'Best Hunting Club' (BHC) masa Bakti 2019-2024 di Kompleks Koni Salatiga, Sabtu (15/6) malam.

Apa yang dilontarkan Sony Wicaksono ini menyusul viralnya sebuah video seorang pengendara mobil BMW hitam ala-ala koboi menodongkan senpi ke pengendara mobil lainnya karena emosi mobilnya dihalangi dijalan dua lajur di kawasan Gambir, Jakarta.   Disampaikan Sony, anggota Perbakin yang memegang KTA mendapatinya dengan sejumlah syarat serta ketentuan sangat ketat. 

"Sehingga, kalau melakukan pelanggaran yang bersangkutan selain izin dicabut pengurus juga tidak bertanggungjawab dimata hukum. Kami juga berkoordinasi dengan Kepolisian," tandasnya. 

Selalu dalam rapat, ia menekankan anggota Perbakin bukan untuk koboi-koboian tapi justru untuk membantu masyarakat seperti membasmi hama yang menyerang petani. 
Sementara, terkaig pelantikan pengurus BHC yang baru ia juga berharap besar Perbakin lewat PHC Salatiga mencetak atlet tembak yang sesuai dengan motto Salatiga mencetak prestasi dunia. Selain tentunya Salatiga salah satu tujuan wisata di Jateng. 

"Dari sekian banyaknya anggota, diharapkan bisa menyumbang prestasi di bidang menembak. Tercatat, ada 9 club yang bergabung di Perbakin Salatiga," paparnya. 

Ia menyebut, BHC Salatiga dibawa naungan Perbakin Salatiga dengan jumlah yang sangat besar. Karena anggotanya tidak hanya berasal dari Salatiga saja, tapi juga dari luar daerah seperti Kabupaten Semarang dan Kota Semarang. 
Sehingga, tak terlalu berlebihan jika Perbakin Salatiga berharap BHC Salatiga bisa kembali masuk linni. 

"Karena dulu kita tidak adanya sarana latihan tembak dan saat itu masih numpang di Semarang sekarang setelah memiliki lahan sendiri di Komplek Koni Salatiga ini, kami meminta tidak ada lagi alasan untuk tidak mencetak prestasi," pungkasnya. 


Dalam kesempatan itu, Ketua KONI Salatiga Dance menyebut BHC Salatiga adalah club paling solid. "Baik dari sisi pengurus dan sebagainya. Sehingga saya berpesan, konflik jangan gunakan senjata. Puasa dari nafsu diri sendiri. Menenangkan diri sendiri sangat penting," sebut Dance. 

Hal senada disampaikan Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono. Dengan kegiatan Gatot menyebut, menembak menjadi kegiatan positif dan dapat menyalurkan emosi untuk menjadi lebih positif. 

"Dan pada akhirnya mewakili jajaran Polres Salatiga saya mengapresiasi Koni Salatiga dan Perbakin Salatiga selalu aktif melaksanakan kegiatan menembak," ujarnya. 

Ada pun pengurus BHC Salatiga masa Bakti 2019-2024 dengan pembina langsung dibawa Perbakin Pemprov Jateng, Perbakin Salatiga dan Koni Salatiga itu diketuai Ketua Ali Fikri, Wakil Ketua Sugiyanto

Penulis : ern
Editor   : jks