15 SD Negeri dan 1 SMP Negeri di Kota Magelang Masih Kekurangan Siswa


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Taufiq Nurbakin. Foto: Widiyas Cahyono

MAGELANG, WAWASANCO - Menjelang pelaksanaan tahun ajaran baru 2019/2020,15 dari 61 sekolah dasar (SD) negeri yang ada di Kota Magelang masih kekurangan calon siswa.

“Sekolah –sekolah tersebut hingga masa PPDB tahap kedua berakhir masih kekurangan calon siswa, yakni di 15 SD negeri dan satu SMP negeri,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang,  Taufiq Nurbakin.

Taufiq mengatakan, ke-15 SD negeri tersebut tersebar di tiga kecamatan yang ada di Kota Magelang. Sedangkan,satu SMP negeri yang hingga saat ini masih kekurangan calon siswa tersebut yakni SMP Negeri 11.

Menurutnya, salah satu penyebab kekurangan calon siswa  di sejumlah SD negeri yang ada di Kota Magelang tersebut, karena dengan diberlakukannya sistem zonasi pada PPDB untuk tingkat SD hingga SMP negeri yang dimulai pada tahun ajaran 2019/2020 ini. Selain itu, juga disebabkan  jumlah penduduk usia sekolah yang lebih sedikit dibandingkan dengan daya tampung sekolah yang ada. 

Faktor lain penyebab kekurangan calon siswa tersebut juga disebabkan jumlah sekolah, utamanya sekolah dasar  yang ada di Kota Magelang cukup  banyak yakni mencapai 61 sekolah.

Taufiq menambahkan, untuk mengisi daya tamping calon siswa tersebut, masing-masing sekolah telah membuka pendaftaran tahap kedua pada 22 - 23 Mei  lalu , tetapi hingga saat ini masih ada kekurangan calon siswa.

“Sesuai dengan petunjuk teknis PPDB yang dilakukan secara daring baik tingkat SD maupun SMP, sekolah yang masih terdapat kekurangan calon siswa,” kata Mantan Kepala Bagian Pembangunan Pemkot Magelang ini.

Untuk mengantisipasi kekurangan siswa tersebut di sekolah –sekolah tersebut, pihaknya mempersilahkan masing-masing sekolah untuk membuka pendaftaran kembali hingga pelaksanaan tahun ajaran baru  2019/2020 yang akan dilaksanakan mulai 15 Juli mendatang.

Ia menambahkan,  dengan adanya sejumlah sekolah  (utamanya SD) yang kekurangan siswa tersebut,  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang sedang mengkaji  kemungkinan dilakukannya penggabungan ( regrouping) sekolah yang memiliki siswa kurang dari 20 orang per rombongan belajarnya.

Kurang Strategis

Sementara itu, secara terpisah Kepala SMP Negeri 11 Kota Magelang, AL Kukuh Santoso mengatakan, hingga saat ini sekolah yang berada di Jalan  Tentara Genie , Dumpoh, Kecamatan Potrobangsan, Kota Magelang tersebut masih kekurangan sekitar 35 orang, dari daya tampung sebanyak 200 siswa.

“Hingga saat ini, di sekolah kami masih kekurangan calon siswa baru sebanyak 35 orang dari  seluruh daya tampung sebanyak 200 siswa,” katanya.

Kukuh menambahkan, pihaknya telah meminta izin ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Kota Magelang  untuk membuka kembali pendaftaran hingga dilaksanakan tahun ajaran baru 2019/2020.

Menurutnya, salah satu faktor penyebab kekurangan calon siswa baru yang dialami baru pertama kali ini, disebabkan di wilayah Magelang Utara  terdapat delapan SMP negeri. Sementara jumlah lulusan SD yang berada di wilayah tersebut tidak mencukupi  dari kouta yang ada.

“Penyebab lainnya, yakni lokasi SMP Negeri 11 kurang strategis dibandingkan dengan SMP negeri lainnya yang ada di wilayah Magelang Utara. Sehingga, para orangtua dan calon siswa banyak memilih sekolah yang lokasinya lebih strategis,” ujarnya. 


 

 

 

Penulis : widias
Editor   :