"Endahe Saduluran" di Perayaan Pentakosta

  • Dialog Lintas Agama Merajut Toleransi
162

Dialog lintas agama “Endahe Saduluran” digelar di perayaan Pentakosta Gereja Kristen Jawa (GKJ) Desa Pengalusan Kecamatan Mrebet, Purbalingga. (Foto :Joko Santoso)

PURBALINGGA, WAWASANCO-Perayaan Pentakosta di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Desa Pengalusan Kecamatan Mrebet, Purbalingga pada Sabtu (15/6) dan Minggu (16/6) menarik perhatian. Pasalnya dalam acara tersebut dilakukan dialog lintas agama yang diberi tajuk “Endahe Saduluran”.Acara juga dihadiri oleh umat lintas agama.

“Tujuannya untuk merajut toleransi antar umat beragama. Dalam acara ini kamu melibatkan Satuan Koordinasi Rayon - Barisan Ansor Serba Guna Nahdlatul Ulama (Satkoryon Banser) Kecamatan Mrebet untuk keamanan, dan menghadirkan puluhan santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Roudlatus Sholikhin Sukawarah, Desa  Kalijaran, Kecamatan Karanganyar, Purbalingga,” kata ketua panitia Perayaan Pentakosta GKJ Pengalusan, Pendeta Bagus Imam Tjahyono STh.

Dialog lintas agama menghadirkan nara sumber masing-masing KH Akhmad Khotib dari Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama  (PCNU) Purbalingga, Pdt Maria Puspitasari, S.Si dari Gereja Kristen Jawa (GKJ) Purwokerto, dr Mulyadianto  dari Forum Kerukunan Umat Beragama/FKUB Purbalingga, Ugo Untoro (seniman asal Purbalingga yang kini tinggal di Jogja), dan Marno dari Yayasan Kalam Purbalingga. Moderator dialog adalah aktifis NU Purbalingga Sukhedi SAg.

Imam Tjahyono menyampaikan Pentakosta, atau Minggu Putih adalah hari raya Kristiani yang memperingati peristiwa dicurahkannya Roh Kudus kepada para rasul di Yerusalem, yang terjadi 50 hari setelah kebangkitan Yesus Kristus. Pada hari Pentakosta, Roh Kudus dicurahkan sesuai dengan yang dijanjikan Yesus sesudah kenaikannya ke surga.

Acara itu rutin dilaksanakan di GKJ Pengalusan  sebagai ungkapan rasa syukur para petani dan peternak di kaki Gunung Slamet atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Karena  memberikan kelengkapan pangan hasil bumi dengan segala isinya kepada manusia. "Juga sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Mahas Esa, karena lewat peristiwa Pentakosta manusia dipersatukan dalam persaudaraan," ujarnya.

Dalam dialog lintas agama yang digelar KH Akhmad Khotib menyampaikan keberagaman merupakan sunatullah. Tujuannya agar manusia saling bekerja sama dan tolong menolong.  Hal senada diungkapkan Pdt Maria Puspitasari. “Keimanan atau keyakinan seseorang tidak akan luntur hanya karena pergaulan lintas agama,” tuturnya.

Acara tersebut dihadiri sekitar 250 oran. Terdiri  dari masyarakat di kaki Gunung Slamet seperti  dari Desa Pengalusan, Serang dan Binangun,Komunitas Gusdurian Purwokerto, Komunitas Katresnan Tanpo Wates Purbalingga, aktivis Badan Kerjasama Antar Gereja (BKSA) Purbalingga, kalangan santri, sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat. “Dalam acara itu juga dilakukan lelang hasil pertanian dan ternak atau undhuh-undhuh dan grebeg serta rebutan gunungan hasil bumi. Kemudian ada pemutaran film oleh Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga,” imbuhnya.

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt