Salah satu wisudawan mendapat penghargaan dari SD Muhamadiyah Wonosobo pada acara wisuda dan Anugerah Sudagaran Award (ASA) yang digelar di Gedung Sasana Adipura Kencana setempat. Foto : Muharno Zarka
WONOSOBO, WAWASANCO -Sekolah Dasar Muhammadiyah (SDM) Sudagaran Wonosobo, Senin (20/6), menggelar acara Anugerah Sudagaran Award (ASA) di Gedung Sasana Adipura Kencana, setempat. Acara ASA dirangkai dengan prosesi wisuda bagi 64 siswa kelas VI SD swasta favorit tersebut.
Prosesi wisuda dan ASA tergolong spektakuler dan istimewa karena dikemas dengan suasana yang lebih modern di malam hari. Paduan dekorasi milenial dan lighting warna-warna memberi kesan tersendiri bagi siswa dan orang tua.
Kepala SD Muhammadiyah Sudagaran Sukaryo S Pd I mengatakan acara wisuda dan ASA memang dikemas berbeda dan lebih modern. Hal itu dilakukan karena SDM Sudagaran punya jargon "Jelas Beda", dengan sekolah sederajat lainnya.
ASA diberikan kepada siswa yang berprestasi di bidang akademik dan non akademik. 10 anak mendapat peringkat tertinggi USBN, 3 wisudawan terbaik, 2 siswa memperoleh nilai rata-ta tertinggi, 4 anak meraih nilai 10 ujian sekolah (US).
"Sebanyak 64 wisudawan dan wisudawati memperoleh anugerah best character, karena selulus dari SD Muhammadiyah anak-anak punya karakter religius. Selama menempuh pendidikan di SD berbasis Islam ini, siswa ditempa dengan akhlak yang kuat," katanya.
Selain memperoleh ilmu umum, imbuh Sukaryo, siswa SD Muhammadiyah Sudagaran juga mendapat asupan ilmu ke-Islaman lebih banyak dibanding sekolah lain. Sebab, sebelum lulus, anak-anak harus mampu menghafal juz amma dan membaca Al Qur'an dengan baik.
"Salah satu siswa, yakni Salma Aqila Huwaida Khairah, meraih prestasi absolute winner karena memperoleh nilai tertinggi USBN dan juara 1 Musabaqah Hifdzil Qur'an (MHQ) tingkat Jawa Tengah dan 34 lulusannya meraih prestasi non akademik," bebernya.
Apresiasi Positif
Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Wonosobo Dr H Musofa MPd mengapresiasi positif SD Muhammadiyah Sudagaran yang menggelar acara wisuda sekaligus ASA bagi siswa-siswi yang baru saja diwisuda. "Wisuda yang terkesan modern dan mewah ini menunjukan kalau SD Muhammadiyah Sudagaran memang beda dengan sekolah swasta sederajat lainnya. Baik beda dari segi penampilan, kemampuan maupun prestasi yang dimiliki", ucapnya.
Beberapa wali murid mengaku terharu dengan prosesi Wisuda siswa Kelas VI yang dikemas mewah dan modern. Apalagi di sela wisuda ada Anugerah Sudagaran Award (ASA) bagi siswa-siswi lulusan yang berprestasi. ASA baru kali pertama digelar SDM Sudagaran.
Orang tua yang hadir juga dihibur musik dan penampilan siswa dengan berbagai tarian. Seperti tari tunggal dari Muh Syafa dengan judul “Drastha”. Tari tersebut diiringi dengan paduan simponi Bruss Band Gita Surya Persada yang memainkan Gaudeamus Igitur.
Ada juga persembahan "Tari Lilin"" dengan keelokan gerakan dalam temaram suasana syahdu dan pembacaan puisi Carisa Ino dengan judul “Catatan Hati Seorang Anak” karya Abdulah Rusyd. Tak sedikit, orang tua menangis tersedu, melihat penampilan anaknya.
Pada kesempatan tersebut hadir pula Muhammad Edgar Hamas alumni SDM Sudagaran tahun 2006 dan kini tengah menempuh pendidikan di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi. Edgar sempat memberikan motivasi kepada adik kelasnya yang baru diwisuda.
Penulis :
Editor :