Sekitar 40 pelaku usaha dibidang makanan, minuman dan kerajinan di Kabupaten Magelang yang mengikuti Bintek Ketahanan Usaha, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Magelang. Foto ali subchi
MUNGKID, WAWASANCO – Wilayah Kabupaten Magelang, termasuk rawan bencana alam, baik bencana tanah longsong, angin dan bencana erupsi Gunung Merapi. Adanya ancaman bencana tersebut, akan berdampak terhadap usaha dari para pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UKM), sehingga perlu ada pembinaan terhadap pelaku usaha tersebut.
“Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, terus berupaya agar UKM dapat mempertahankan usahanya, baik sebelum bencana (pra bencana) maupun setelah bencana (pascabencana),” kata Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah RI, Ir Kadir Damanik MM, pada Bimbingan Teknis Ketahanan Usaha KUMKM di Artos Magelang, Selasa (17/6).
Hadir dalam acara tersebut, selain 40 pelaku usaha dibidang makanan, minuman dan kerajinan di Kabupaten Magelang yang mengikuti Bintek Ketahanan Usaha, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Magelang, Drs Asfuri Muhsis, Asisten Deputi Perlindungan Usaha, Sutarmo SE MM, serta para pembicara dan undangan lain.
Menurut Kadir, banyaknya jumlah bencana di Indonesia, khususnya di Kabupaten Magelang, maka perlu langkah dan upaya untuk mengurangi resiko usaha, agar dampak bencana bagi KUMKM dapat diminimalisir, diantaranya dengan kegiatan Bintek Ketahanan Usaha, sehingga pelaku usaha saat terjadi bencana tetap eksis untuk menjalankan usahanya.
Dalam kegiatan Bintek Ketahanan Usaha, peserta dibekali motivasi mempertahankan bisnis dalam situasi terdampak bencana, pengurusan izin usaha mikro kecil melalui system OSS dan rencana berkelanjutan usaha KUMKM di wilayah bencana, dan penguatan usaha koperasi dan UKM di wilayah bencana melalui alternative stimulus dana CSR perusahaan.
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Magelang, Drs Asfuri Muhsis MSi mengatakan, usaha kecil harus ditumbuhkan, karena usaha kecil tumbuh dan bersentuhan dengan masyarakat di pedesaan. Tumbuhnya usaha kecil, maka dapat memutar roda perekonomian di tingkat pedesaan.
“Jika usaha kecil tumbuh, maka peredaran uang dipedesaan berkembang dengan baik. Dampaknya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat, maka penguatan usaha kecil harus dilakukan dan selalu diberikan pembinaan, supaya pengusaha dapat melakukan produksi sesuai dengan usahanya,” kata Asfuri pada Bintek Penguatan Usaha tersebut.
Untuk itu, lanjutnya, jika ada pengusaha kecil yang mengalami hambatan usaha, harus diupayakan untuk tetap bangkit. “Pengusaha itu jangan takut gagal, karena gagal merupakan pengalaman untuk bangkit, dan jangan takut mencoba,” tambahnya.
Penulis : as
Editor :