Persatuan, Modal Menuju Indonesia Maju

88

Presiden Jokowi saat penyampaian Visi Indonesia 2019-2024 di Sentul International Convention Center Bogor, Minggu (14/7) menyampaikan bahwa persatuan menjadi pengikat utama dalam meraih kemajuan . Artinya persatuan menjadi modal menuju negara Indonesia maju.

Pernyataan tersebut penuh makna. Menurut Jokowi hanya dengan bersatu maka Indonesia akan menjadi negara yang kuat  dan disegani di dunia. Ideologi Pancasila adalah satu-satunya ideology bangsa yang setiap warga negara harus menjadi bagian darinya.

Persatuan memang merupakan kata yang saat ini menjadi harapan. Pasalnya konstestasi politik terutama sejak Pilpres 2014 dan Pilpres 2019 membuat masyarakat menjadi terbelah. Polarisasi di kalangan elit politik juga turun hingga ke massa akar rumput. Persaingan antara Jokowi dan Prabowo sebagai Capres sejak Pemilu 2014 dan diulangi di Pemilu 2019 membuat semua terbelah.

Bahkan hingga hasil Pilpres 2019 diketahui, polarisasi masih terjadi. Persatuan seperti menjadi  sesuatu yang mahal. Tuduhan dari kubu Prabowo terkait Pemilu  curang dan hal-hal negatif lain terkait kemenangan Jokowi di Pilpres membuat masyarakat ikut terbawa suasana.  Situasi begitu mencemaskan.

Aksi demo massa menolak hasil Pilpres yang dilakukan massa pada akhir Mei lalu  seakan mengoyak nilai persatuan yang selama ini menjadi modal bangsa. Kerusuhan yang berbuntut jatuhnya korban membuat kita semua prihatin.

Banyak pihak meminta agar ekskalasi politik diakhiri dengan bertemunya elit politik dari kedua kubu. Namun hal  itu belum juga terjadi. Termasuk saat Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan perselisihan Pilpres yang diajukan kubu Prabowo. Hingga akhirnya Jokowi dan Prabowo bertemu di Sabtu (13/7).

Setelah itu polarisasi antara massa kedua pendukung dan elit politik yang selama ini sangat kental mulai mencair. Banyak pihak juga memberikan apresiasi atas pertemuan dua tokoh politik nasional. Sehari kemudian Jokowi menyampaikan bahwa persatuan adalah modal untuk melangkah, menuju Indonesia maju.

Jokowi dan Prabowo termasuk elit politik tentu memiliki keinginan untuk bersama-sama membangun bangsa. Oleh karena itu bersatunya dua kubu mendapatkan respon positif. Ini modal dasar yang sangat dibutuhkan. Kita sudah lelah saling bertikai, saling mencaci saling menghujat hanya karena perbedaan dukungan politik.

Proklamator Bung Karno selalu menggelorakan semboyan “ Kuat Karena Kita Bersatu dan Bersatu Karena Kita Kuat”.  Semboyan tersebut  juga dihayati dan joba diwujudkan dalam membangun Indonesia oleh Jokowi bersama Prabowo. Keduanya kini bersepakat untuk bersatu dan bersama membangun bangsa.

Persatuan Indonesia dalam naungan ideologi Pancasila, menjadikan demokrasi beradab sebagai penggerak kehidupan, melangkah bersama dan saling memajukan bangsa  serta menjadikan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pengikat untuk Indonesia maju dan adil serta makmur harus diwujudkan. Bukan hanya sebatas slogan.

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt